Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, khususnya di wilayah perdesaan, karena berdampak negatif terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kualitas sumber daya manusia dalam jangka panjang. Salah satu pendekatan strategis dalam pencegahan stunting adalah pemberdayaan kader kesehatan desa sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kader kesehatan di Desa Mandala dalam upaya pencegahan stunting di wilayah perdesaan Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi literatur. Data dikumpulkan dari artikel jurnal nasional dan internasional bereputasi yang berkaitan dengan stunting, kader kesehatan, serta intervensi kesehatan berbasis masyarakat. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan analisis isi kualitatif untuk mengidentifikasi pola peran kader, strategi pencegahan, serta faktor pendukung dan penghambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam deteksi dini stunting melalui pemantauan pertumbuhan balita secara rutin, pemberian edukasi gizi, fasilitasi perubahan perilaku di tingkat rumah tangga, serta mobilisasi partisipasi masyarakat. Namun, efektivitas peran tersebut dipengaruhi oleh keterbatasan pelatihan, kurangnya sarana pendukung, serta minimnya supervisi berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kader kesehatan desa menjadi hal yang penting untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan stunting berbasis masyarakat di wilayah perdesaan.
Copyrights © 2026