Pembelajaran paduan suara di tingkat sekolah sering kali terbentur pada masalah teknis yang mendasar namun krusial. Di SMPS Katolik Regina Pacis Bajawa, kendala seperti napas yang pendek, intonasi yang meleset pada nada tinggi, hingga artikulasi lirik yang terdengar "kumur-kumur" menjadi penghambat utama kualitas performa siswa. Metode Penelitian: Penelitian ini membedah persoalan tersebut melalui pendekatan kualitatif deskriptif. Fokus utamanya ada pada siswa kelas VIII yang sedang mengikuti ekstrakurikuler paduan suara. Penggalian data dilakukan tidak hanya lewat pengamatan sepintas, melainkan melalui observasi partisipan yang mendalam, wawancara personal dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen partitur. Data yang terkumpul kemudian diurai menggunakan alur analisis interaktif model Miles, Huberman, dan SaldaƱa. Hasil: Temuan lapangan menunjukkan bahwa metode drill atau latihan berulang yang dilakukan secara disiplin seperti penerapan pola vokal "Mia-Ho-Ha-Ha" ternyata ampuh bekerja sebagai mekanisme korektif. Ada perubahan nyata yang terlihat: mekanisme napas siswa mulai beralih ke diafragma secara otomatis (muscle memory), bidikan nada pada interval jauh menjadi lebih presisi, dan pelafalan lirik lagu "Ke Rumah Tuhan" terdengar jauh lebih jernih dan tegas. Kesimpulan: Metode drill terbukti bukan sekadar aktivitas fisik yang melelahkan, melainkan strategi efektif untuk membongkar kebiasaan vokal yang salah dan membangun fondasi teknik bernyanyi yang benar bagi siswa pemula.
Copyrights © 2026