Pembelajaran geometri yang bersifat abstrak seringkali membuat siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi tanpa adanya alat bantu yang efektif. Ketidakhadiran E-modul yang mengintegrasikan budaya Aceh dalam pembelajaran matematika, terutama pada materi geometri, menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, diperlukan metode inovatif yang dapat memvisualisasikan konsep-konsep geometri secara lebih interaktif. Integrasi teknologi dan budaya dalam proses pembelajaran dapat diwujudkan melalui pengembangan E-modul yang sesuai dengan konteks budaya lokal. Penelitian ini melibatkan mahasiswa calon guru matematika dari Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Almuslim, yang bertujuan untuk merancang E-modul berbasis budaya Aceh dengan dukungan teknologi AI (Artificial Intelligence) pada materi Geometri. Dengan pendekatan ini, diharapkan siswa tidak hanya dapat memahami konsep geometri dengan lebih baik, tetapi juga merasakan kedekatan dengan budaya mereka. Melalui penggunaan E-modul yang interaktif, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah: Untuk melihat efektifitas E-Modul dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi geometri pada siswa kelas X yang telah dihasilkan. Metode Penelitian ini menggunakan framework Research and Development (R&D) yaitu menggunakan model ADDIE, yang terdiri dari lima tahapan pengembangan: Analysis, Design, Development, Implemention, dan Evaluation. Hasil kuesioner respons siswa dan guru menunjukkan kepraktisan E-modul, dan hasil posttest siswa menunjukkan efektivitasnya. Hasil kuesioner respons guru memperoleh persentase rata-rata 90% dengan kriteria "sangat baik", dan hasil kuesioner respons siswa memperoleh persentase rata-rata 85% dengan kriteria "baik". Menurut evaluasi pelaksanaan, E-Modul memenuhi kriteria "praktis" dan "efektif".
Copyrights © 2026