Pasien dengan tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi berisiko mengalami stres psikologis akibat diagnosis penyakit yang mengancam jiwa, efek samping kemoterapi, serta perubahan fisik dan sosial. Stres yang tidak tertangani dapat berdampak negatif terhadap kualitas hidup dan kepatuhan terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan derajat stres pada pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan desain cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling pada pasien yang terdiagnosis tumor ginekologi dan sedang menjalani kemoterapi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale-42 (DASS-42) yang telah tervalidasi. Dari total 64 responden, sebagian besar pasien berada pada kategori stres sedang, yaitu sebanyak 39 responden (60,9%), diikuti oleh stres tinggi sebanyak 18 responden (28,1%), dan stres rendah sebanyak 7 responden (10,9%). Faktor yang berkontribusi terhadap stres antara lain lamanya menjalani kemoterapi, dukungan sosial, dan kondisi ekonomi. Kesimpulannya, mayoritas pasien tumor ginekologi yang menjalani kemoterapi mengalami tingkat stres sedang, sehingga diperlukan skrining dan intervensi psikologis sejak dini untuk meningkatkan kualitas hidup pasien.
Copyrights © 2026