Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi implementasi dan dampak Kurikulum Merdeka terhadap kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Kolaka Utara. Penelitian menggunakan pendekatan fenomenologi untuk menggali pengalaman subjektif dari guru, siswa, dan orang tua di tiga sekolah dasar, yaitu SDN 6 Lasusua, SDN 9 Lasusua, dan SDN 15 Lasusua. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode tematik untuk mengidentifikasi pola yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka secara signifikan mendukung pengembangan kemampuan berpikir kritis dan kreatif siswa melalui pembelajaran berbasis proyek dan kontekstual. Namun, efektivitasnya dipengaruhi oleh pelatihan guru, ketersediaan teknologi, dan keterlibatan komunitas. Para pendidik memiliki persepsi positif terhadap kurikulum ini, meskipun menekankan perlunya dukungan sumber daya yang lebih baik. Penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas untuk mendukung keberhasilan Kurikulum Merdeka. Temuan ini memberikan wawasan baru untuk pengembangan kebijakan pendidikan di masa depan.
Copyrights © 2025