Implementasi K3 sangat penting untuk melindungi pekerja dari risiko dan bahaya yang mungkin muncul dari peralatan kerja atau lingkungan kerja. Tingkat persepsi, pengawasan dan pelatihan tentang K3 memiliki peranan dalam implementasi K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetauhi faktor-faktor penghambat implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar. Jenis penelitian ini adalah menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 192 responden dan 130 dijadikan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan analisa bivariat dengan uji chi-square. Hasil penelitian didapatakan bahwa adanya hubungan faktor persepsi bahaya dengan nilai p value 0,000, pengawasan K3 dengan nilai p value 0,001, dan pelatihan K3 dengan nilai p value 0,000. Hal tersebut menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara persepsi bahaya, pengawasan K3, pelatihan K3 dengan implementasi K3 pada pekerja perkebunan kelapa sawit di PT. Tasma Puja Kampar Tahun 2024. Diharapkan kepada PT. Tasma Puja untuk meningkatkan pengawasan dan pelatihan tentang K3 bagi pekerja Perkebunan kelapa sawit, sehingga pekerja memperoleh pengetahuan lebih supaya dapat berperilaku aman dan patuh dalam penggunaan APD sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
Copyrights © 2025