Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

HUBUNGAN LAMA KERJA DAN MOTIVASI DENGAN KINERJA KADER POSYANDU DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS SUNGAI PAKNING BENGKALIS TAHUN 2023 Isnaeni, Lira Mufti Azzahri; Hastuty, Milda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 4 (2023): NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i4.22411

Abstract

Kinerja adalah suatu yang dicapai atau prestasi yang diperlihatkan. Keberhasilan Posyandu salah satunya dipengaruhi kinerja kader, lama menjadi kader dengan motivasi yang tinggi dalam kegiatan Posyandu akan meningkatkan kinerja kader Posyandu. Namun permasalahan terjadi banyak kader kurang termotivasi dalam kegiatan Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama kerja dan motivasi dengan kinerja kader posyandu. Penelitian ini merupakan jenis kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasinya semua kader posyandu yang terdaftar di UPT Puskesmas Sungai Pakning Bengkalis dengan sampel yang terkumpul sebanyak 115 kader. Instrument yang digunakan adalah kuesioner dan wawancara. Analisa data menggunakan analisa univariat dan analisa bivariat dengan menggunakan Uji Chi- Square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kader yaitu sebanyak 107 responden (93,0%) telah lama menjadi kader posyandu, 81 responden (70,4%) memiliki motivasi yang tinggi dan 66 responden (57,4%) memiliki kinerja kader posyandu yang baik. Hasil penelitian lama kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja kader posyandu dengan pvalue 0,010 < 0,05, motivasi memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja kader posyandu dengan nilai p value = 0,013 < 0,005. Disarankan kepada instansi agar meningkatkan program kesehatan yang ada sehingga para kader memiliki kinerja semakin baik dan kepada kader agar selalu terlibat aktif dengan program yang dilakukan oleh Puskesmas. Kata Kunci : Lama Kerja, Motivasi, dan Kinerja
The Hubungan Asupan Protein, Asupan Kalsium dan Riwayat Penyakit Tuberkulosis dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Pulau Bayur Kuantan Singingi : The Relationship of Protein Intake, Calcium Intake and History of Tubercolosis with Incidence of Stunting in Children Aged 24-59 Months in Pulau Bayur Village, Kuantan Singingi District Sa’adah, Nidaus; Afrinis, Nur; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 3 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.3.216-222

Abstract

One factor that influences the incidence of stunting in children aged 24-59 months is food intake, because good quality food is the main part of the growth of children under five, which certainly contains complete sources of macronutrients and micronutrients, affecting child growth. The purpose of this study was to analyze the relations of protein, calcium intake and history of Tuberculosis with the incidence of stunting in children aged 24-59 months in Pulau Bayur Village, Cerenti Health Center working area, Kuantan Singingi District. This research is a quantitative analytical study that used a cross-sectional research design. This research was conducted in Pulau Bayur village in 2-12 March 2023 with a total subject of 50 mothers of children aged 24-59 months selected using total sampling technique. Nutritional intake data were obtained through 2x24-hour food recall interviews, Tuberculosis history data were obtained through interviews, and nutritional status data were obtained through height and weight measurements. The analysis used was univariate and bivariate with Chi Square test and Fisher's Exact Test. The univariate analysis results showed that 17 children (34%) were stunted, 15 children (30%) had low protein intake, 42 children (84%) had low calcium intake, and 5 children (10%) had a history of Tuberculosis disease. Bivariate analysis results showed the protein intake (p=0.000), calcium intake (p=0.039) and history of Tuberculosis disease (p=0.003) had association with the incidence of stunting. Parents are advised to provide foods high in calcium and high in protein and maintain the children’s health so that they have normal nutritional status.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN DERMATITIS PADA PEKERJA PABRIK TAHU DI DESA AIR TIRIS WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS AIR TIRIS Diana, Suci; Puteri, Ade Dita; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.19511

Abstract

Menurut, data dari World Health mengatakan bahwa 50% sampai 90% dari semua penyakit kulit akibat bersentuhan dengan bahan kimia ataupun bekerja basah. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan dermatitis pada pekerja pabrik tahu di Desa Air Tiris Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Air Tiris. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif dengan desain penelitian Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh pekerja pabrik tahu di Desa Air Tiris Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Air Tiris sebanyak 42 orang. Teknik sampel yang digunakan Total Sampling. Variabel yang diteliti yaitu independen (Lama Kontak, Personal Hygiene, Jenis Pekerjaan, Masa Kerja, Frekuensi Kontak) maupun dependen (Keluhan Dermatitis) Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan lama kontak (p-value = 0,000), personal hygiene (p-value = 0,016), jenis pekerjaan (p-value = 0,000), masa kerja (p-value = 0,037), frekuensi kontak (p-value = 0,000) dengan keluhan dermatitis pada pekerja pabrik tahu di Desa Air Tiris Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Air Tiris. Penelitian ini diharapkan bagi pekerja dan pemilik pabrik tahu untuk membatasi lama kontak pekerja dengan bahan pengumpalan saat proses produksi tahu yaitu dengan menyediakan mesin pengaduk dan penyaringan mekanik agar mengurangi paparan kontak, menjaga kebersihan diri dengan mencuci tangan yang benar sebelum dan selesai bekerja dan menyediakan bahan pengganti bahan penggumpalan yaitu dengan nigarin.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELUHAN COMPUTER VISION SYNDROME (CVS) PADA PENGGUNA KOMPUTER BAGIAN ADMINISTRASI DI PT EKAPUTRA PRADA INDONESIA TAHUN 2023 Olivia.H.R, Elsha; Puteri, Ade Dita; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 7 No. 3 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v7i3.20157

Abstract

Computer Vision Syndrome (CVS) merupakan sekelompok tanda dan gejala masalah mata yang terkait dengan pekerjaan jarak dekat yang di alami seseorang dan berlangsung selama atau setelah penggunaan komputer, telepon seluler, tablet, dll. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan usia, masa kerja dan lama penggunaan komputer pada pekerja pengguna komputer bagian administrasi di PT. Ekaputra Prada Indonesia Kota Pekanbaru. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua pekerja pengguna komputer bagian administrasi PT. Ekaputra sebanyak 41 responden. Variabel dalam penelitian ini adalah usia, masa kerja, lama penggunaan komputer dan keluhan computer vision syndrome. Analisis data yang digunakan mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian didapatkan adalah tidak ada hubungan yang signifikan antara usia dengan keluhan CVS (p-value = 0,233 > 0,05), ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan keluhan CVS (p-value = 0,007 < 0,05), ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan komputer dengan keluhan CVS (p-value = 0,000 < 0,05). Untuk mencegah keluhan CVS perusahaan PT. Ekaputra sebaiknya melakukan penyuluhan mengenai Computer Vision Syndrome, penyebab terjadinya CVS serta cara pencegahannya kepada seluruh karyawan yang bekerja dengan menggunakan komputer agar karyawan dapat menerapkannya saat bekerja. Disamping itu perlu tindakan pemeriksaan kesehatan rutin secara berkala untuk mengetahui kondisi mata ada atau tidaknya gangguan kesehatan mata pada karyawan.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE (ZINGIBER OFFICANALE ROSCOE) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KUOK UPT BLUD PUSKESMAS KUOK TAHUN 2021 Wijayanti, Asri Maslipha; Apriza, Apriza; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.506 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.8145

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Kematian akibat PTM tertinggi disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yaitu sebanyak 39%. Penyakit kardiovaskular disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi. Salah satu penatalaksanaan hipertensi bisa dilakukan dengan terapi nonfarmakologi yaitu pemberian air rebusan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan jahe terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok. Jenis Penelitian yang digunakan pre experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini penderita hipertensi berusia 46-59 tahun di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok dengan jumlah 15 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian didapatkan bahwga rata-rata tekanan darah sebelum diberikan air rebusan jahe sistolik 150,00 mmHg dan diastolik 95,00 mmHg, rata-rata tekanan darah setelah diberikan air rebusan jahe sistolik 127,00 mmHg dan diastolik 81,00 mmHg. Terdapat pengaruh air rebusan jahe terhadap penurunan tekaan darah pada penderita hipertensi berusia 46-59 tahun di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok 2021 dengan p value 0,001 (<0,05). Diharapkan responden untuk dapat mengontrol tekanan darah ke pelayanan kesehatan secara rutin dan menghindari makanan yang dapat memicu peningkatan tekanan darah serta mengupayakan mengkonsumsi air rebusan jahe sebagai pengobatan hipertensi.
PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN JAHE (ZINGIBER OFFICANALE ROSCOE) TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA KUOK UPT BLUD PUSKESMAS KUOK TAHUN 2021 Apriza, Apriza; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.506 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.8955

Abstract

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Kematian akibat PTM tertinggi disebabkan oleh penyakit kardiovaskular yaitu sebanyak 39%. Penyakit kardiovaskular disebabkan oleh gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah, seperti hipertensi. Salah satu penatalaksanaan hipertensi bisa dilakukan dengan terapi nonfarmakologi yaitu pemberian air rebusan jahe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh air rebusan jahe terhadap penurunan tekanan darah pada penderita hipertensi di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok. Jenis Penelitian yang digunakan pre experimental dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel dalam penelitian ini penderita hipertensi berusia 46-59 tahun di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok dengan jumlah 15 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian didapatkan bahwga rata-rata tekanan darah sebelum diberikan air rebusan jahe sistolik 150,00 mmHg dan diastolik 95,00 mmHg, rata-rata tekanan darah setelah diberikan air rebusan jahe sistolik 127,00 mmHg dan diastolik 81,00 mmHg. Terdapat pengaruh air rebusan jahe terhadap penurunan tekaan darah pada penderita hipertensi berusia 46-59 tahun di Desa Kuok UPT BLUD Puskesmas Kuok 2021 dengan p value 0,001 (<0,05). Diharapkan responden untuk dapat mengontrol tekanan darah ke pelayanan kesehatan secara rutin dan menghindari makanan yang dapat memicu peningkatan tekanan darah serta mengupayakan mengkonsumsi air rebusan jahe sebagai pengobatan hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI, RIWAYAT KELUARGA, DAN RUTINITAS OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DISMENOREA PADA REMAJA PUTRI KELAS VIII SMPN 2 BANGKINANG KOTA apriza, apriza; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 2 (2022): MEI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.534 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i2.9071

Abstract

Nyeri pada saat menstruasi atau dismenorea sering dikeluhkan oleh remaja putri, sensasi yang tidak nyaman yang terjadi kebanyakan wanita seperti kram, nyeri dibagian abdomen dan nyeri pada pinggang yang sangat mempengaruhi aktivitas sehari-hari wanita terutama remaja putri. Remaja yang mengalami dismenorea membuat aktivitas belajarnya terganggu dan tak jarang hal ini membuat mereka tidak masuk sekolah. Faktor timbulnya nyeri dipengaruhi oleh faktor psikologi, menarche, faktor endoktrin, faktor hormon dan riwayat keluarga, kemudian faktor yang dapat mengurangi nyeri adalah dengan cukup olahraga yang teratur dan makan makanan bergizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gizi, riwayat keluarga dan rutinitas olahraga terhadap kejadian dismenorea pada remaja putri di SMPN 2 Bangkinang Kota tahun 2021. Desain kualitatif menggunakan penelitian jenis cross sectional. Jumlah Sampel sebanyak 50 siswi dengan metode simple random sampling dan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara status gizi (p value = 0,012 PR= 0,212), riwayat keluarga gizi (p value = 0,041 PR= 0,291), dan rutinitas olahraga (p value = 0,000 PR= 0,063) dengan kejadian dismenorea pada remaja putri kelas VIII SMPN 2 Bangkinang Kota. Pada penelitian ini terdapat adanya hubungan antara status gizi, riwayat keluarga dan rutinitas olahraga dengan kejadian dismenorea pada remaja putri kelas VIII SMPN 2 Bangkinang Kota.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DAN POLA TIDUR DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA UPTD BLUD PUSKESMAS AIRTIRIS Hamidi, Nizar Syarif; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.534 KB) | DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.9077

Abstract

Alfi WN, Yuliwar R. (2018). Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah Pasien Hipertensi.Jurnal Berkala Epidemiologi, volume (6), nomor (1).Fatimah RN. (2015).Diabetes Melitus Tipe 2.Journal Majority, volume (4), nomor (5).Ikhwan, Astuti E, Misriani. (2018). Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tingkat Stres PadaPenderita Diabetes Millitus Tipe 2.Jurnal Ilmiah Kesehatan Pencerah, volume (7), nomor (1).Kalsum U. (2015). Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kadar Glukosa DarahPada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih JakartaTahun 2013.Jurnal Bidang Ilmu Kesehatan, volume (5), nomor (1).Khairiyah N, Kusuma FH, Rahayu W. (2017). Hubungan Peran Ganda Dengan Stres PadaMahasiswa Program Studi Ilmu KeperawatanTugas Belajar di Universitas TribhuwanaTunggadewi Malang.Nursing News, volume (2), nomor (3).Nugroho SA, Purwanti OS. (2016). Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Sukoharjo I Kabupaten Sukoharjo. Jurnal Publikasi Ilmiah Fakultas Kesehatan UMS. Nuzulawati MT. (2016). Hubungan Antara Kepribadian Tipe A Dengan Stres Kerja Pada Guru SMK Muhammadiyah Tegal. Proyeksi, Volume (11), nomor (1).Saputra C, Wahyuni I, Jayanti S. (2017). Analisis Hubungan Tipe Kepribadian Dan Persepsi DimensiDesain Organisasi Terhadap Tingkat Stres Kerja KaryawanBagian Ironing di PT X.Jurnal Kesehatan Masyarakat (E-Journal), volume 5, nomor 5.Saraswati LD, Muniroh M. (2018). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kadar GulaDarah Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2di Rsud K.R.M.T Wongsonegoro Semarang.Jurnal Kesehatan Masyarakat (e-Journal), volume (6), nomor (1).Asih GY,Widhiastuti H, DewiR. (2018). Stres Kerja. Semarang : University Press.Arifin AR, Ratnawati, Burhan E. (2011). Fisiologi Tidur dan Pernapasan. Jakarta : Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI DAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTS MUHAMMADIYAH PENYASAWAN Lasepa, Wanda; Hendarini, Any Tri; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 1 (2023): FEBRUARI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sjkt.v2i1.12509

Abstract

Anemia adalah kondisi dimana kadar hemoglobin dalam tubuh di bawah normal sehingga berkurangnya kadar kualitas dan kuantitas sel darah merah. Perempuan merupakan golongan yang rentan terkena anemia karena mengalami menstruasi setiap bulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan zat gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Muhammadiyah Penyasawan. Desain studi penelitian ini yaitu cross sectional dengan analisis chi square. Variabel independennya yaitu asupan zat gizi (zat besi dan vitamin C). Penelitian ini dilakukan pada 136 responden di bulan Januari 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kejadian anemia pada remaja putri di MTS Muhammadiyah Penyasawan sebesar 41.18% yang terdiri dari anemia tingkat ringan (19.12%) dan anemia tingkat sedang (22.06%). Remaja putri harus meningkatkan asupan zat gizi untuk mencegah terjadinya anemia.
ANALISIS PENURUNAN KADAR BESI (Fe) AIR SUMUR BOR DENGAN PEMBERIAN ARANG DAN SABUT KELAPA PADA SARINGAN PASIR LAMBAT DI DESA DELI TUA TIMUR KECAMATAN DELI TUA KABUPATEN DELI SERDANG TAHUN 2024 Sitorus, Mido Ester. J.; Malau, Kharisma Wanda; Nababan, Donal; Tarigan, Frida Lina; Isnaeni, Lira Mufti Azzahri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44729

Abstract

Berdasarkan observasi sementara yang dilakukan oleh peneliti pada sumur bor masyarakat yang tinggal di Jalan Nogio VI Kecamatan Delitua, ditemukan air dari sumur bor tersebut berwarna kuning, berbau karat, dan juga terdapat endapan berwarna kuning di dalam bak penampung air, sehingga pemilik sumur bor tersebut menggunakan saringan sederhana berupa kain yang diikatkan pada keran air dengan harapan dapat mengurangi noda kuning pada air tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan membandingkan penurunan kadar besi pada air sumur bor dengan menggunakan metode filtrasi saringan pasir lambat, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa. Jenis penelitian ini menggunakan metode non ramdom pretest dan posttest dengan kelompok kontrol (pretest-posttest with control group design), subjeknya dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok pertama merupakan unit percobaan untuk perlakukan dan kelompok kedua merupakan kelompok kontrol, kemudian dicari perbedaan antara keduanya. Pada metode ini dilakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah adanya perlakuan pengolahan air. Hasil penelitian diketahui bahwa kadar besi pada air sumur bor 0,06293 mg/L. Kemudian dilakukan penyaringan dengan saringan pasir lambat dengan hasil akhir kadar besi 0,01491 mg/L , saringan pasir lambat dengan sabut kelapa dengan hasil akhir 0,00623 mg/L, dan terkahir menggunakan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa dengan hasil akhir 0,003022 mg/L. Setelah dilakukan perbadingan penurunan kadar besi, saringan pasir lambat dapat menurunkan kadar besi sebesar 76%, saringan pasir lambat dengan sabut kelapa sebesar 90%, dan saringan pasir lambat dengan arang tempurung kelapa sebesar 95%).