Abstrak:Stunting merupakan kondisi anak dengan tinggi atau panjang badan berada di bawah -2 standar deviasi (SD) menurut umur dari median standar pertumbuhan anak yang dikeluarkan oleh World Health Organization. Stunting masih menjadi masalah yang masih menjadi perhatian negara, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah seperti Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pengetahuan mengenai cara pemberian MPASI yang tepat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang praktik pemberian MPASI yang tepat dengan metode edukasi ceramah edukatif. Mitra dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat kader posyandu sejumlah 20 kader di wilayah kerja puskesmas Ngoresan, Surakarta. Kegiatan edukasi ini diharapkan mampu menjadi tombak awal pemutus rantai stunting di Indonesia melalui kader posyandu. Evaluasi kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pretest dengan rata-rata 8,7 menjadi nilai posttest rata-rata 9,2 yang diukur menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan pilihan ganda terkait materi edukasi. Peningkatan pengetahuan kader ini dirasa sangat bermanfaat dan diharapkan dapat menjadi dampak jangka panjang yang dapat disalurkan kepada ibu balita di wilayah kerjanya.Abstract: Stunting is a condition in which a child's height or length falls below -2 standard deviations (SD) for age from the median child growth standards issued by the World Health Organization. Stunting remains a problem of national concern, especially in low- and middle-income countries like Indonesia. One cause is a lack of knowledge about the proper provision of complementary foods. This community service activity aims to improve the knowledge of integrated health post (Posyandu) cadres about the proper practice of providing complementary foods through educational lectures. The community service partners for this Posyandu cadre are 20 cadres in the Ngoresan Community Health Center, Surakarta. This educational activity is expected to be the first spearhead in breaking the chain of stunting in Indonesia through Posyandu cadres. The activity evaluation is assessed from the increase in pretest scores from an average of 8.7 to an average posttest score of 9.2. This increase in cadre knowledge is considered very beneficial and is expected to have a long-term impact that can be channeled to mothers of toddlers in the work area.
Copyrights © 2026