Abstrak: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan emosional akibat tuntutan akademik, hubungan sosial, dan ekspektasi keluarga. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan mental seperti stres dan kesulitan mengelola emosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola emosi dan stres melalui pelatihan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Andalas dengan melibatkan 41 remaja dengan usia rata-rata 14,92 tahun. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi, demonstrasi, praktik, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 6,66 menjadi 9,22 setelah pelatihan, dengan peningkatan pemahaman mencapai lebih dari 80% perserta. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan soft skill remaja dalam mengelola stres, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu Remaja dan program UKS secara berkelanjutan.Abstract: Adolescents are an age group that is vulnerable to emotional pressure due to academic demands, social relationships, and family expectations. These conditions can lead to mental health problems such as stress and difficulty in managing emotions. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in managing emotions and stress through educational training. The activity was carried out in Andalas Subdistrict, involving 41 adolescents with an average age of 14.92 years. The implementation methods included material delivery, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. Evaluation was conducted through questionnaires administered before and after the training. The results showed that the participants’ average knowledge score increased from 6.66 to 9.22 after the training, with more than 80% of participants able to correctly explain the steps of emotional regulation and simple relaxation techniques. This activity had a positive impact on enhancing adolescents’ soft skills in stress management and is recommended to be integrated into youth health programs such as Posyandu Remaja and School Health Units (UKS) to ensure sustainability.
Copyrights © 2026