Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Perilaku Kekerasan Dirumah Gusdiansyah, Edo; Keliat, Budi Anna; Erwina, Ira
JIK-JURNAL ILMU KESEHATAN Vol 4, No 2 (2020): JIK-Oktober Volume 4 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : UNIVERSITAS ALIFAH PADANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33757/jik.v4i2.296

Abstract

Gangguan jiwa dengan perilaku kekerasan meningkat di masyarakat, yang beresiko menciderai diri, orang lain dan lingkungan. Banyak keluarga yang tidak mampu merawat klien dirumah yang menyebabkan beban bagi keluarga, oleh karena itu dilakukan tindakan spesialis psikoedukasi keluarga yang dapat menurunkan angka kekambuhan pada klien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psikoedukasi keluarga terhadap kemampuan kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan perilaku kekerasan di rumah. Penelitian ini dilakukan diwilayah kerja Puskesmas Nanggalo dan Kuranji Kota Padang. Jenis penelitian adalah quasi-eksperimental dengan rancangan pretest and posttest with control group. Dengan sampel sebanyak 64 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan keluarga meningkat pada kelompok intervensi dan kontrol yaitu masing-masing sebesar 26,21 (25,21%) dan 23,40 (22,51%) dengan P-value 0.000. Diharapkan kepada perawat dipuskesmas untuk bisa melaksanakan tindakan psikoedukasi kepada keluarga untuk meningkatkan kemampuan klien dan kemampuan keluarga dalam merawat dirumah.
Hubungan Dukungan Sosial dan Strategi Koping Dengan Kualitas Hidup Klien Skizofrenia di Unit Pelayanan Jiwa A RSJ Prof. Dr. HB Saanin Padang 2016 Thomi, Tigor Abdurrahman; Putit, Zabidah; Erwina, Ira
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 6 No. 02 (2024): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jsi.v6i02.123

Abstract

Skizofrenia adalah jenis psikosis yang mempengaruhi setiap aspek kehidupan seseorang. Orang yang mengidap skizofrenia sering menghadapi tantangan dalam beradaptasi dengan diri mereka sendiri serta dengan lingkungan sekitar, yang pada gilirannya dapat menurunkan kualitas hidup mereka. Faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup individu dengan skizofrenia meliputi interaksi sosial, situasi stres, dan cara individu menghadapi tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara dukungan sosial, strategi koping, dan kualitas hidup klien skizofrenia di Unit Pelayanan Jiwa A RSJ Prof. Dr. HB Saanin Padang tahun 2016. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan jumlah sampel sebanyak 173 orang, dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang menilai tingkat dukungan sosial, strategi koping, dan kualitas hidup klien. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif antara tingkat dukungan sosial yang diterima dan kualitas hidup klien skizofrenia. Selain itu, strategi koping yang digunakan oleh klien skizofrenia juga berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup mereka. Temuan ini menyoroti pentingnya peran dukungan sosial dan strategi koping dalam meningkatkan kualitas hidup klien skizofrenia. Implikasi klinis dari penelitian ini mendukung perlunya integrasi intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan dukungan sosial dan memperkuat strategi koping dalam pengelolaan skizofrenia untuk meningkatkan kualitas hidup klien.
CMHN (Community Mental Health Nursing) in Efforts to Improve Literacy and Empowerment Strategies for Posyandu Cadres Towards a Mentally Healthy Neighborhood Wenny, Bunga Permata; Sarfika, Rika; Mahathir; Erwina, Ira; Freska, Windy; Adelirandy, Okky; Safitri, Kiki Hardiansyah; Fernandes, Feri; Refnandes, Randy; Lenggogeni, Devia Putri
Warta Pengabdian Andalas Vol 32 No 4 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jwa.32.04.497-504.2025

Abstract

Mental health remains a significant global challenge, including in Padang City, where community-based services are not yet fully optimized. In Ganting Village, posyandu cadres have limited capacity to conduct early detection of mental health disorders, which may hinder timely intervention. This community engagement initiative was designed to enhance mental health literacy and strengthen cadres’ competencies through the Community Mental Health Nursing (CMHN) approach. The program employed a combination of socialization, structured health education on the concept of mental well-being, hands-on training in the use of validated screening tools (PHQ-2, GAD-2, and EPDS), and field-based mentoring. Evaluation was carried out using pre- and post-tests as well as observational assessments of cadre participation was conducted on August 8, 2025.Findings revealed an increase in the average knowledge score from 6.0 to 8.0 (33% improvement). Cadres demonstrated improved soft skills in conceptual understanding and hard skills in administering screening instruments. Importantly, they were able to identify cases of postpartum depression, underscoring the practical relevance of the intervention. Overall, the program proved effective in preparing cadres as community change agents in mental health promotion. Empowering local cadres through CMHN contributes to strengthening preventive strategies and advancing Ganting Village toward a mental health–ready community.
PELATIHAN PENGELOLAAN EMOSI DAN STRES UNTUK REMAJA DALAM MEMBENTUK GENERASI TANGGUH Sarfika, Rika; Erwina, Ira; Wenny, Bunga Permata; Freska, Windy; Putri, Dewi Eka; Wijaya, Nindy Eka; Suleiman, Rabia Ibrahim; Putri, Fatma Yulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36150

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami tekanan emosional akibat tuntutan akademik, hubungan sosial, dan ekspektasi keluarga. Kondisi ini dapat menimbulkan masalah kesehatan mental seperti stres dan kesulitan mengelola emosi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan remaja dalam mengelola emosi dan stres melalui pelatihan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di Kelurahan Andalas dengan melibatkan 41 remaja dengan usia rata-rata 14,92 tahun. Metode pelaksanaan meliputi pemberian materi, demonstrasi, praktik, dan diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa skor rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 6,66 menjadi 9,22 setelah pelatihan, dengan peningkatan pemahaman mencapai lebih dari 80% perserta. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan soft skill remaja dalam mengelola stres, sehingga direkomendasikan untuk diintegrasikan dalam kegiatan Posyandu Remaja dan program UKS secara berkelanjutan.Abstract: Adolescents are an age group that is vulnerable to emotional pressure due to academic demands, social relationships, and family expectations. These conditions can lead to mental health problems such as stress and difficulty in managing emotions. This community service activity aimed to improve adolescents’ knowledge and skills in managing emotions and stress through educational training. The activity was carried out in Andalas Subdistrict, involving 41 adolescents with an average age of 14.92 years. The implementation methods included material delivery, demonstrations, hands-on practice, and interactive discussions. Evaluation was conducted through questionnaires administered before and after the training. The results showed that the participants’ average knowledge score increased from 6.66 to 9.22 after the training, with more than 80% of participants able to correctly explain the steps of emotional regulation and simple relaxation techniques. This activity had a positive impact on enhancing adolescents’ soft skills in stress management and is recommended to be integrated into youth health programs such as Posyandu Remaja and School Health Units (UKS) to ensure sustainability.