Tujuan penelitian ini adalah menganalisis strategi pengembangan usaha ritel mikro Rumah Pangan Kita (RPK) di Bogor. Alat analisis yang digunakan adalah matrik IFE (Internal Factor Evaluation), EFE (External Factor Evaluation), matriks IE (Internal External) yang berguna untuk menganalisis posisi RPK dalam persaingan usaha, analisis SWOT dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) yang merupakan hasil keputusan strategis berdasarkan faktor faktor sukses utama internal-eksternal. Jumlah sampel RPK yang digunakan sebanyak 70 dari total 84 RPK di Bogor berdasarkan rumus slovin. Identifikasi faktor internal di tingkat pengecer khususnya di RPK Bogor menunjukkan bahwa kekuatan utama adalah pasokan beras Bulog yang selalu ada dan teratur. Kelemahan utamanya adalah keharusan RPK untuk membeli beras Bulog secara tunai, kualitas kemasan produk yang kurang baik terutama pada bagian jahitan pada beras SPHP 5kg beras medium, dan keterbatasan modal. Identifikasi faktor eksternal menemukan bahwa peluang utama adalah RPK selain menjual produk Bulog juga dapat menjual produk non Bulog untuk diversifikasi produk. Ancaman utama berasal dari persaingan yang tinggi dengan toko beras dan toko ritel modern. Berdasarkan matriks IE, RPK berada pada sel V, dengan strategi Hold and Maintain. Hasil analisis SWOT dan QSPM menyimpulkan bahwa RPK harus melakukan diversifikasi produk, hal ini berarti RPK tidak hanya menjual beras Bulog. Selain itu, RPK harus berkolaborasi dengan UMKM setempat dan memanfaatkan digitalisasi untuk memaksimalkan penjualan dan keuntungan
Copyrights © 2026