Penelitian ini berjudul “Geografi Dialek Bahasa Daerah Tombulu di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Adapun yang melatarbelakangi penelitian ini adanya keanekaragaman bahasa yang digunakan di daerah tersebut. Penelitian dialektologi mengenai bahasa daerah di wilayah ini belum pernah dilakukan, sehingga belum tersedianya peta bahasa yang mendeskripsikan secara menyeluruh kondisi kebahasaan di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan di empat kelurahan yang ada di Kota Tomohon. Dalam pelaksanaan, tahapan penyediaan data digunakan metode cakap (wawancara) dengan teknik cakap semuka dan teknik catat. Selanjutnya analisis data digunakan metode dialektometri, yaitu menghitung persentase leksikon untuk pengkategorisasian beda bahasa, beda dialek, beda subdialek, beda wicara atau tidak ada perbedaan. Metode dialektometri ini mengacu pada daftar kosakata dasar yang berjumlah 795 kata dan beberapa frasa/klausa berdasarkan taksonomi sebagaimana contoh daftar pertanyaan yang ada pada bagian lampiran buku Nadra dan Reniwati (2023) yang disesuaikan dengan keadaan alam dan masyarakat daerah penelitian. Hasil penelitian ini adalah adanya perbedaan fonologi dan leksikal. Berdasarkan hasil akhir penghitungan persentase kosakata, diperoleh simpulan bahwa tingkat kekerabatan bahasa berdasarkan penghitungan leksikon terjadi perbedaan subdialek, yakni di bawah 25%. Tampak dari 21 taksonomi yang terdiri atas 725 glos pada keempat titik pengamatan, perbedaannya berada pada 5,65 persen. Demikian juga dengan frasa dan klausa yang berjumlah 68 glos, hasilnya tidak ada perbedaan, perbedaan pada variasi tataran wicara saja. Hasil ini menunjukkan bahwa dialek Tombulu pada 4 titik pengamatan, umumnya memiliki kesamaan karena berada di atas rata-rata atau sejumlah 94,35%. Setiap taksonomi berbeda jumlah glos, disesuaikan dengan keadaan geografis titik pengamatan
Copyrights © 2026