Penelitian ini berfokus pada pengungkapan bentuk resiliensi dan strategi adaptasi sosial kelompok calabai dalam kehidupan bermasyarakat di Kecamatan Segeri, Kabupaten Pangkep. Kajian ini diarahkan untuk memahami bagaimana calabai membangun keberlanjutan hidup sosialnya serta faktor-faktor yang memengaruhi kemampuan mereka mempertahankan eksistensi di tengah masyarakat dengan struktur sosial dan nilai budaya yang dominan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode fenomenologi, sehingga pengalaman hidup subjek dipahami berdasarkan makna yang mereka bangun sendiri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan calabai, tokoh masyarakat, serta aparat setempat sebagai informan. Data dianalisis secara bertahap melalui proses kondensasi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi calabai terbentuk melalui pembedaan identitas sosial antara calabai dan bissu, keterlibatan dalam aktivitas ekonomi yang memiliki fungsi sosial jelas seperti bekerja sebagai karyawan salon, indo’ botting, dan asisten bissu, serta kemampuan mengelola relasi sosial sesuai norma lokal. Strategi tersebut menghasilkan bentuk penerimaan sosial yang bersifat kontekstual dan fungsional, meskipun tidak disertai perlindungan atau pengakuan formal dari negara. Temuan ini memperlihatkan bahwa resiliensi tidak hanya berakar pada ketahanan individu, tetapi juga pada kemampuan membaca ruang sosial dan menegosiasikan posisi dalam struktur masyarakat. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris bagi kajian sosiologi tentang minoritas gender, resiliensi sosial, dan dinamika adaptasi dalam konteks budaya lokal Bugis.
Copyrights © 2026