Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh broken home terhadap minat belajar siswa di SMA Negeri 1 Keumala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui lembar observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi broken home memberikan pengaruh signifikan terhadap minat belajar siswa. Siswa yang berasal dari keluarga broken home umumnya memiliki minat belajar yang rendah, ditandai dengan motivasi belajar yang menurun, semangat belajar yang tidak stabil, dan kesulitan dalam berkonsentrasi saat mengikuti pembelajaran. Faktor utama penyebabnya adalah ketidakstabilan emosi, kurangnya dukungan orang tua, serta adanya konflik berkepanjangan di dalam keluarga. Namun, penelitian juga menemukan adanya siswa broken home yang tetap memiliki minat belajar tinggi, berkat adanya motivasi internal, dukungan teman sebaya, serta peran guru dan lingkungan sekolah yang mendukung. Temuan ini menunjukkan pentingnya perhatian khusus bagi siswa dengan latar belakang keluarga tidak harmonis, agar kualitas pendidikan dan prestasi belajar mereka tidak menurun. Sekolah disarankan untuk menyediakan layanan konseling, guru diharapkan lebih peka terhadap kondisi siswa, dan orang tua tetap diharapkan memberikan perhatian dan dukungan emosional. Penelitian ini juga merekomendasikan penelitian lanjutan dengan cakupan lebih luas dan pendekatan mendalam untuk menggali faktor-faktor lain yang memengaruhi minat belajar siswa broken home.
Copyrights © 2026