Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif implementasi Filsafat Pendidikan Islam (FPI) dari perspektif Al-Ghazali, Ibnu Khaldun, dan Ibnul Qayyim al-Jauziyyah dalam perancangan kurikulum pendidikan yang berkarakter. Masalah utama yang diangkat adalah bagaimana mensintesiskan pemikiran ketiga tokoh klasik tersebut guna menjawab tantangan degradasi moral di era global. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menitikberatkan pada penyucian jiwa (tazkiyatun nafs), Ibnu Khaldun pada prinsip bertahap (al-tadarruj) dan relevansi sosial, sedangkan Ibnul Qayyim menekankan penguatan akidah dan adab sejak dini. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi ketiga pemikiran tersebut menghasilkan kerangka kurikulum yang holistik, yang tidak hanya mengutamakan aspek kognitif, tetapi juga membentuk spiritualitas dan karakter peserta didik menuju insan kamil.
Copyrights © 2026