Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memperkuat edukasi sanitasi pada siswa sekolah dasar melalui revitalisasi tradisi bapandung dengan cerita Caramin sebagai media pembelajaran. Edukasi sanitasi menjadi penting karena perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) masih berpotensi menimbulkan risiko kesehatan dan pencemaran lingkungan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak buruk BABS melalui pendekatan budaya yang kontekstual dan mudah dipahami. Metode yang digunakan meliputi storytelling berbasis budaya banjar yaitu Bapandung, penyampaian materi edukasi, serta diskusi interaktif. Mitra dalam kegiatan ini adalah 32 siswa kelas 4 SD Negeri Pemurus Baru 3. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test berdasarkan tiga kategori tingkat pengetahuan, yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan signifikan, di mana kategori pengetahuan tinggi awalnya 12,50% menjadi 9,38%, kategori sedang meningkat dari 59,38% menjadi 84,38%, dan kategori rendah menurun dari 28,13% menjadi 6,25%. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan bapandung melalui cerita Caramin efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya BABS dan berpotensi dikembangkan sebagai media edukasi sanitasi berbasis budaya di sekolah dasar.
Copyrights © 2026