Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan ekonomi lokal melalui penataan pedagang kaki lima (PKL) melalui studi kasus di Jalan Diponegoro dan Taman Tajamara, Kabupaten Sumenep. Fokus utama penelitian ini adalah bagaimana penataan PKL dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan, dengan menggunakan pendekatan teori Pengembangan Ekonomi Lokal (PEL) menurut Jörg Meyer-Stamer (2005). Teori ini menekankan pentingnya PEL melalui Kelompok Sasaran Peengembangan Ekonomi Lokal, Faktor Lokasi, Sinergi, Pembangunan Berkelanjutan, Tata Pemerintahan, dan Manajemen Terstruktur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penataan PKL yang terarah dan partisipatif dapat meningkatkan keteraturan ruang publik, memperkuat identitas ekonomi lokal, serta memperluas akses dan jaringan ekonomi bagi pelaku usaha kecil. Selain itu, sinergi antara pemerintah daerah, Paguyuban dan PKL, Lembaga atau Komunitas lain menjadi kunci keberhasilan pengembangan ekonomi lokal. Temuan ini menegaskan bahwa penataan PKL bukan semata persoalan ketertiban, tetapi juga strategi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan agar PKL dapat berperan aktif dalam Pertumbuhan ekonomi lokal.
Copyrights © 2025