Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransformasi kapasitas operasional dan jangkauan pasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Lamin Pamung Tawai di Desa Budaya Pampang, Samarinda. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi keterbatasan infrastruktur fisik tempat berjualan yang rentan terhadap faktor cuaca dan risiko keamanan, serta stagnasi strategi pemasaran yang masih bersifat konvensional. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), intervensi dilakukan dalam dua dimensi utama: revitalisasi fasilitas fisik melalui pemasangan folding gate dan partisi modular, serta akselerasi digital melalui pengembangan portal e-commerce pada domain budayapampang.web.id. Hasil implementasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam kenyamanan kerja dan efisiensi manajemen inventaris. Selain itu, integrasi teknologi digital telah memperluas visibilitas produk kerajinan Dayak ke pasar nasional dan internasional. Keberlanjutan program dijamin melalui pembentukan tim pengelola fasilitas dan peningkatan literasi digital pemuda desa sebagai admin pemasaran. Sinergi antara penguatan fisik dan digital ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi lokal, tetapi juga berfungsi sebagai mekanisme pelestarian warisan budaya Dayak Kenyah di era industri 4.0.
Copyrights © 2026