Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model Experiential Learning terhadap peningkatan pemahaman materi gerak pada siswa kelas X di SMKN 5 Jeneponto. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimental dengan dua kelompok; kelompok eksperimen yang menggunakan model Experiential Learning dan kelompok kontrol yang menerapkan metode pembelajaran tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen mengalami peningkatan yang signifikan pada pemahaman materi gerak, dengan rata-rata nilai post-test 85, sedangkan kelompok kontrol mencapai 75. Kelompok eksperimen juga menunjukkan nilai N-gain sebesar 0,73, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya memperoleh 0,44. Hasil ini mengindikasikan bahwa model pembelajaran berbasis pengalaman lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penerapan model Experiential Learning secara lebih luas dalam pembelajaran fisika di SMK untuk meningkatkan pemahaman dan keterlibatan siswa.
Copyrights © 2026