Penelitian ini mengkaji proses komunikasi psikologis dalam gastrosinema melalui analisis lintas budaya film "The Hundred-Foot Journey" (2014). Kajian ini mengeksplorasi bagaimana sinema kuliner berfungsi sebagai "mesin penghubung" antara pesan gastronomi film dengan imajinasi penonton melalui proses berurutan persepsi, kognisi, emosi, dan pembentukan memori. Kerangka teoretis mengintegrasikan teori komunikasi psikologis dengan kajian komunikasi antarbudaya untuk memahami bagaimana gastrosinema menciptakan theatre of mind. Ia menjadi ruang kognitif di mana penonton menghidupi narasi kuliner secara eksperiensial. Melalui analisis visual sekuens fusi kuliner India-Prancis, penelitian ini menghasilkan bagaimana gastrosinema mempromosikan gastronomi lokal dengan melibatkan persepsi sensori, respons emosional, dan aktivasi memori secara bersamaan. Stimuli visual (persiapan makanan, estetika plating), elemen auditori (suara memasak), dan komponen naratif (tradisi keluarga, identitas budaya) menciptakan pesan komunikatif kompleks yang diproses melalui memori makanan penonton. Temuan mengungkapkan bahwa gastrosinema melampaui konsumsi visual dengan memicu memori episodik dan kolektif, memungkinkan penonton "merasakan" aroma dan "mengalami" autentisitas budaya.
Copyrights © 2025