Ibnu Sahnun merupakan tokoh Islam masa klasik yang sudah berhasil merumus teori-teori pendidikan Islam. Pemikirannya tentang pendidikan masih relevan sampai sekarang. Oleh sebab itu, perlu adanya pengkajian ulang mengenai pemikirannya agar dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini memfokuskan arahnya pada pengkajian tentang pemikiran Ibnu Sahnun tentang Pemberian upah di pesantren klasik dan relevansi pemikiran Ibnu Sahnun terhadap Pemberian upah di pesantren klasik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka dan analisis deskriptif serta isi untuk menelusuri pemikiran Ibnu Sahnun mengenai upah guru dalam perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Sahnun, seorang tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam, menyeimbangkan antara idealisme keikhlasan guru dalam mendidik dengan pengakuan atas hak mereka untuk menerima upah yang layak. Upah dipandang krusial untuk kesejahteraan guru, motivasi, kinerja, dan kualitas pendidikan. Lebih lanjut, penelitian ini mengonfirmasi bahwa perspektif Islam, berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, Ijma', dan hukum positif, menghalalkan dan mengatur pemberian upah yang adil sebagai imbalan atas pekerjaan, termasuk dalam konteks pendidikan pesantren klasik. Dengan demikian, penerimaan upah bagi guru dalam tradisi pesantren klasik adalah tindakan yang sah secara syariat dan sejalan dengan pemikiran Ibnu Sahnun.
Copyrights © 2026