Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Integrasi Nilai-nilai Islam Wasathiyah dan Budaya Lokal dalam Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Inggris Arifin, Moh Nur; Anita, Anita; Septiana, Tri Ilma; Suaidi, Afif; Fitri, Zalva Syah
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v5i1.3776

Abstract

Urgensi mengenai kompetensi guru dalam mengembangkan materi ajar Bahasa Inggris yang efektif dan kontekstual sesuai dengan kehidupan siswa Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Serang memotovasi tim PKM memfokuskan pada moderasi beragama dan nilai-nilai budaya lokal. Ini bertujuan untuk mengetahui pola pelatihan dalam pengelolaan bahan pengajaran bahasa Inggris yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dari Wasiatiah dan budaya lokal untuk guru sekolah menengah pertama. PKM ini menggunakan metode tindakan partisipatif atau PAR yang menggunakan berbagai teknik pengumpulan data, yaitu wawancara semi-terstruktur, kelompok diskusi terarah, dan pengamatan partisipatif. Kegiatan pelatihan ini telah berkontribusi pada meningkatnya kompetensi pedagogis guru, terutama dalam hal kemampuan untuk mengembangkan bahan ajar Bahasa Inggris dengan mengintegrasikan nilai-nilai wasiathiyah dan budaya lokal. Dalam praktiknya, peserta pelatihan mengadopsi tiga elemen budaya, yaitu ide; Aktivitas; dan artefak dalam mengembangkan bahan pengajaran bahasa Inggris. Tiga elemen budaya dikembangkan dalam membaca kompetensi, mendengarkan, berbicara, dan menulis presentasi dalam bentuk kalimat, paragraf, teks, dan gambar. Nilai-nilai Islam wasathiyah yang terlihat dari bahan ajar yang telah disusun oleh peserta pelatihan antara lain syura (diskusi), tasamuh (toleran), tathawur wa ibtikar (dinamis, kreatif, dan inovatif), qudwah (keteladanan), tawazun (berimbang), serta musawah (egalitarian).
Peran Kurikulum Merdeka Membentuk Karakter Peserta Didik Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMPN 8 Cilegon Julehah; Wasehudin; Ahmad Lugowi, Rifyal; Subhan; Arifin, Moh Nur
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 4 No 1 (2025): Jurnal Pendidikan agama Islam
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jpai.v4i1.42266

Abstract

Artikel ini membahas tentang Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik dengan peran kurikulum Merdeka untuk pembentukkan dan perkembangan moral dan spiritual di lingkungan sekolah. Kurikulum Merdeka menggunakan model kegiatan belajar dan mengajar dengan fleksibel, kreatif dan inovatif dalam mengeksplorasi pembelajaran yang disesuaikan dengan karakteristik Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yaitu Beriman, Bertakwa, Berakhlak mulia, Nasionalisme, Gotong royong, Mandiri, Berpikir kritis, Kreatif dan Kewirausahaan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis bagaimana Kurikulum Merdeka berperan dalam membentuk karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 8 Cilegon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka memberikan adanya penyesuaian materi pengajaran dan Pelajaran PAI dengan kebutuhan dan potensi peserta didik dalam membentuk serta merubah karakter menjadi lebih baik dan mendorong partisipasi aktif peserta didik.
Pemberian Upah Guru di Pesantren Klasik menurut Pandangan Ibnu Sahnun Auladi, Jihaduddin Akbar; Nuruliana, Chandra; Arifin, Moh Nur; Ahmad, Lalu Turjiman
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 12 No 2.A (2026): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ibnu Sahnun merupakan tokoh Islam masa klasik yang sudah berhasil merumus teori-teori pendidikan Islam. Pemikirannya tentang pendidikan masih relevan sampai sekarang. Oleh sebab itu, perlu adanya pengkajian ulang mengenai pemikirannya agar dapat dijadikan sebagai rujukan dalam pengembangan pendidikan Islam masa kini. Penelitian ini memfokuskan arahnya pada pengkajian tentang pemikiran Ibnu Sahnun tentang Pemberian upah di pesantren klasik dan relevansi pemikiran Ibnu Sahnun terhadap Pemberian upah di pesantren klasik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian pustaka dan analisis deskriptif serta isi untuk menelusuri pemikiran Ibnu Sahnun mengenai upah guru dalam perspektif Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Sahnun, seorang tokoh penting dalam sejarah pendidikan Islam, menyeimbangkan antara idealisme keikhlasan guru dalam mendidik dengan pengakuan atas hak mereka untuk menerima upah yang layak. Upah dipandang krusial untuk kesejahteraan guru, motivasi, kinerja, dan kualitas pendidikan. Lebih lanjut, penelitian ini mengonfirmasi bahwa perspektif Islam, berdasarkan Al-Qur'an, Hadis, Ijma', dan hukum positif, menghalalkan dan mengatur pemberian upah yang adil sebagai imbalan atas pekerjaan, termasuk dalam konteks pendidikan pesantren klasik. Dengan demikian, penerimaan upah bagi guru dalam tradisi pesantren klasik adalah tindakan yang sah secara syariat dan sejalan dengan pemikiran Ibnu Sahnun.