Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah mendorong meningkatnya intensitas penggunaan internet pada kalangan remaja. Di sisi lain, tingginya aktivitas digital tersebut turut memunculkan berbagai risiko keamanan, seperti penipuan daring, pencurian data pribadi, perundungan siber, penyebaran konten negatif, hingga praktik rekayasa sosial yang berpotensi mengarah pada kejahatan siber. Kondisi ini menunjukkan pentingnya program edukasi internet sehat dan aman sebagai upaya preventif untuk meningkatkan literasi digital serta membangun perilaku bermedia yang bertanggung jawab. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja mengenai keamanan berinternet, pengelolaan privasi digital, serta langkah-langkah perlindungan diri dari ancaman kejahatan siber. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif-partisipatif melalui penyuluhan, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Materi yang diberikan mencakup etika bermedia digital, identifikasi modus kejahatan siber yang umum terjadi, penguatan keamanan akun melalui kata sandi kuat dan autentikasi ganda, kewaspadaan terhadap tautan mencurigakan, serta strategi penanganan ketika mengalami insiden keamanan digital. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah mengikuti program edukasi, yang tercermin dari kenaikan skor post-test dibandingkan pre-test, serta meningkatnya kemampuan peserta dalam mengenali potensi risiko dan menentukan tindakan pencegahan yang tepat. Selain itu, remaja menunjukkan respons positif terhadap kegiatan melalui keterlibatan aktif selama sesi dan meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga jejak digital. Dengan demikian, program edukasi internet sehat dan aman efektif sebagai langkah penguatan literasi digital remaja dan dapat dijadikan model kegiatan pengabdian berkelanjutan untuk mendukung pencegahan kejahatan siber di lingkungan sekolah maupun komunitas.
Copyrights © 2025