Ketersediaan pakan yang tidak menentu pada musim kemarau menjadi kendala utama bagi produktivitas sapi dan kambing di Desa Raimataus. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal khususnya kulit ubi kayu dan jerami padi sebagai pakan alternatif; (2) mengenalkan dan melatih teknik fermentasi tepung kulit ubi kayu serta amoniasi jerami padi; dan (3) memperkuat kemandirian Kelompok Tani Ternak (KTT) Neon Ida dalam menyelenggarakan lumbung pakan kelompok. Kegiatan dilaksanakan di Desa Raimataus tanggal 12 Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (demonstrasi learning by doing), dan pendampingan lapangan. Sebanyak 20 anggota KTT terlibat aktif; evaluasi dilaksanakan dengan monitoring berkala, wawancara terstruktur, dan checklist keterampilan sebagai instrumen utama. Tolok ukur keberhasilan ditetapkan minimal 75% peserta mampu mengaplikasikan teknik secara mandiri. Hasil monitoring menunjukkan partisipasi penuh (100%), peningkatan pemahaman (90% peserta mampu menjelaskan kembali konsep lumbung pakan serta manfaat fermentasi dan amoniasi), keterampilan fermentasi terpenuhi oleh 85% peserta, keterampilan amoniasi terpenuhi oleh 80% peserta, dan 85% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan teknologi secara kelompok. Fermentasi tepung kulit ubi kayu memperbaiki palatabilitas serta menurunkan zat antinutrisi sehingga dapat menggantikan sebagian jagung, sedangkan amoniasi meningkatkan kecernaan dan kadar protein jerami. Kesimpulannya, intervensi ini efektif meningkatkan kapasitas teknis dan kesadaran kolektif mitra dalam penyediaan lumbung pakan berbasis limbah lokal. Untuk keberlanjutan dan replikasi disarankan pendampingan lanjutan, penguatan fasilitas penyimpanan, dan pengembangan skema produksi kolektif.
Copyrights © 2026