Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Lama Waktu Biofermentasi Chromolaena Odorata dengan Sumber Karbon Gula Lontar Cair terhadap Kandungan serta Kecernaan In Vitro Bahan Kering dan Bahan Organik Kurnia; Dami Dato, Twenfosel O.; Benu, Imanuel
Animal Agricultura Vol 2 No 3 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v2i3.112

Abstract

This study aimed to analyze the effect of biofermentation duration of Chromolaena odorata using liquid palm sugar as a carbon source on the content and in vitro digestibility of dry matter (DM) and organic matter (OM). A Completely Randomized Design (CRD) with four treatments (LB-0 = 0 days, LB-7 = 7 days, LB-14 = 14 days, LB-21 = 21 days) and four replications was applied. Each treatment included liquid palm sugar (C/N ratio of 30) and 5% rumen fluid as a starter inoculum. Observed variables included DM content, OM content, in vitro DM digestibility (IVDMD), and in vitro OM digestibility (IVOMD). Data were analyzed using ANOVA and Duncan’s test (P<0.05). Results showed the highest DM content in LB-14 (91.64%), OM content in LB-7 (90.47%), IVDMD in LB-21 (72.55%), and IVOMD in LB-21 (71.13%). Statistical analysis confirmed that biofermentation duration significantly affected all parameters (P<0.05). The study concluded that the optimal durations were 14 days for DM content, 7 days for OM content, and 21 days for in vitro DM and OM digestibility. This research recommends using fermented Chromolaena odorata as ruminant feed, with fermentation duration adjusted to specific nutritional goals.
Sifat Pembakaran Briket Bioarang Berbahan Dasar Campuran Arang Kotoran Kambing, Tempurung Saboak dan Sekam Padi Alokafani, Febi; Dami Dato, Twenfosel O.; Maranatha, Grace; Riwu, Agustinus R.
Animal Agricultura Vol 3 No 1 (2025): Animal Agricultura
Publisher : Yayasan Sumber Daya Manusia Cerdas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59891/animacultura.v3i1.117

Abstract

This study aims to determine the effect of goat dung charcoal mixture of saboak shell and rice husk on the combustion properties of biocharcoal briquettes. The method used is a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replicates. The treatments were P1 = 25% goat dung charcoal + 75% saboak shell, P2 = 25% goat dung charcoal + 50% saboak shell + 25% rice husk, P3 = 25% goat dung charcoal + 25% saboak shell + 50% rice husk and P4 = 25% goat dung charcoal + 75% rice husk. The variables studied included combustion temperature, combustion rate, combustion resistance, combustion and smoke color, and the ability to boil water. The results of the variance showed that the treatment had a significant effect (P < 0.05) on the combustion temperature, combustion rate, and a very significant effect (P < 0.01) on the ability to boil water, but not significant (P>0.05) on combustion resistance, color and smoke. The average values obtained are combustion temperature 270.2 ⁰C; combustion rate 2.40 g/min; combustion resistance 218.8 minutes; combustion color 3.50; combustion smoke 3.50; ability to boil water 11.68 minutes. It was concluded that biochar briquettes made from a mixture of goat dung charcoal, saboak shell and rice husk with an increasing proportion of rice husk, produced briquettes with combustion quality: combustion temperature, and water boiling ability decreased, but combustion resistance, combustion rate, color and smoke tended to be the same.
Penyediaan Lumbung Pakan Melalui Fermentasi Kulit Ubi Kayu dan Amoniasi Jerami Sebagai Upaya Kemandirian Peternak Sabat, Diana M.; Lestari, Gusti Ayu Yudiwati; Dami Dato, Twenfosel O.; Suryani, Ni Nengah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7255

Abstract

Ketersediaan pakan yang tidak menentu pada musim kemarau menjadi kendala utama bagi produktivitas sapi dan kambing di Desa Raimataus. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk (1) meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal khususnya kulit ubi kayu dan jerami padi sebagai pakan alternatif; (2) mengenalkan dan melatih teknik fermentasi tepung kulit ubi kayu serta amoniasi jerami padi; dan (3) memperkuat kemandirian Kelompok Tani Ternak (KTT) Neon Ida dalam menyelenggarakan lumbung pakan kelompok. Kegiatan dilaksanakan di Desa Raimataus tanggal 12 Mei 2025 dengan pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, pelatihan praktik (demonstrasi learning by doing), dan pendampingan lapangan. Sebanyak 20 anggota KTT terlibat aktif; evaluasi dilaksanakan dengan monitoring berkala, wawancara terstruktur, dan checklist keterampilan sebagai instrumen utama. Tolok ukur keberhasilan ditetapkan minimal 75% peserta mampu mengaplikasikan teknik secara mandiri. Hasil monitoring menunjukkan partisipasi penuh (100%), peningkatan pemahaman (90% peserta mampu menjelaskan kembali konsep lumbung pakan serta manfaat fermentasi dan amoniasi), keterampilan fermentasi terpenuhi oleh 85% peserta, keterampilan amoniasi terpenuhi oleh 80% peserta, dan 85% peserta menyatakan komitmen untuk menerapkan teknologi secara kelompok. Fermentasi tepung kulit ubi kayu memperbaiki palatabilitas serta menurunkan zat antinutrisi sehingga dapat menggantikan sebagian jagung, sedangkan amoniasi meningkatkan kecernaan dan kadar protein jerami. Kesimpulannya, intervensi ini efektif meningkatkan kapasitas teknis dan kesadaran kolektif mitra dalam penyediaan lumbung pakan berbasis limbah lokal. Untuk keberlanjutan dan replikasi disarankan pendampingan lanjutan, penguatan fasilitas penyimpanan, dan pengembangan skema produksi kolektif.