Sampah domestic (rumah tangga) khususnya dari dapur berupa sampah organic dan anorganik. Sampah organic baik yang mentah atau yang sudah dimasak, hampir setiap hari dihasilkan. Sampah tersebut dapat digolongkan menjadi tiga kategori yaitu: 1) sampah organic tumbuhan; 2) sampah organic hewan; 3) sampah olahan/masakan. Ketiga sampah tersebut memiliki karakteristik yang berbeda serta menghasilkan aroma yang berbeda saat mengalami pembusukan. Aroma menjadi masalah serius bagi lingkungan rumah karena mengakibatkan ketidaknyamanan bagi seluruh penghuni rumah dan tamu yang berkunjung. Sesungguhnya sampah dapur ini memiliki manfaat dibalik proses pembusukan yang terjadi. Proses pembusukan yang terjadi akan menghasilkan lindi atau lendir yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman. Selain itu ampas hasil pembusukan juga menjadi kompos untuk media tanam. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di kelompok Kebun Asri Agro – Kota Semarang yang didirikan oleh ibu Ninik, melibatkan beberapa tetangga serta kerabat untuk membudidayakan tanaman buah, khususnya Anggur. Pada umumnya ibu-ibu yang tidak menyukai menanam tanaman buah, melainkan tanaman bunga. Namun Ibu Ninik, seorang pensiunan mengajak tetangga dan kerabatnya memulai menanam tanaman anggur. Melalui metode sosialisasi pemanfaatan sampah dapur dan melakukan praktik pembuatan media pembuatannya, pemilik Kebun Asri Agro, ibu Ninik mulai paham dan antusias mengukuti semua tahapan sosialisasi hingga praktik yang dilakukan tin dosen. Kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan pemahaman pentingnya memilah dan memisahkan sampah untuk tujuan yang positif dan produktif pada tanaman. Diharapkan melalui pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) ini Kebun Asri Agro dapat menginspirasi ibu-ibu rumah tangga disekitar lingkungannya untuk memanfaatkan sampah dapur dan memberikan POC pada tanaman sehingga menghemat pengeluaran untuk pembelian pupuk.
Copyrights © 2026