Masalah kesehatan mental pada siswa tunarungu sering kali tidak terdeteksi akibat hambatan komunikasi serta kurangnya dukungan sistem yang inklusif. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memperkuat peran guru dalam mencegah depresi pada siswa disabilitas di SLB B Yakut Purwokerto. Kegiatan terdiri dari dua tahap, yaitu mini riset mengenai tingkat depresi pada siswa tunarungu dan intervensi edukatif yang dilaksanakan oleh guru melalui sesi pelatihan terstruktur. Metode yang digunakan pada tahap pertama adalah Beck Depression Inventory-II (versi Bahasa Indonesia), yang diberikan sebagai pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan guru. Materi intervensi disampaikan melalui podcast dan buku panduan. Hasil mini riset menunjukkan bahwa 100% siswa mengalami depresi pada berbagai tingkat, dengan sebagian besar berada pada kategori sedang. Hasil intervensi menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata, namun perbedaan tersebut tidak signifikan secara statistik. Beberapa keterbatasan seperti jumlah sampel, durasi, dan partisipasi dalam intervensi memengaruhi hasil penelitian. Kesimpulannya, meskipun program ini meningkatkan kesadaran, diperlukan intervensi yang lebih panjang dan komprehensif untuk memberdayakan guru secara optimal dalam mendukung kesehatan mental siswa tunarungu.
Copyrights © 2026