Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberdayakan ibu yang memiliki anak autisme melalui terapi spiritual untuk mengelola kecemasan dan stigma di SLB Kabupaten Pidie. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan edukasi dan pelatihan terapi spiritual terstruktur, disertai evaluasi menggunakan desain pretest–posttest pada 20 responden. Tingkat kecemasan dan stigma diukur sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan mayoritas responden mengalami penurunan skor kecemasan setelah intervensi dan terdapat perbedaan yang signifikan antara pretest dan posttest (Z = -3,667; p < 0,05). Pada variabel stigma juga ditemukan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi (Z = -2,124; p < 0,05), meskipun perubahan skor tidak seragam pada seluruh responden. Disimpulkan bahwa terapi spiritual berpotensi efektif sebagai strategi pemberdayaan ibu dalam menurunkan kecemasan dan memengaruhi aspek stigma, serta perlu didukung dengan pendampingan berkelanjutan dan penguatan edukasi anti-stigma agar dampaknya lebih konsisten.
Copyrights © 2026