Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pengaruh Foot Massage dan Pergerakan Sendi Ekstremitas Bawah terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien DM Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Baro, Kab. Pidie Isni Hijriana; Miniharianti Miniharianti
Jurnal Riset Hesti Medan Vol 6, No 2 (2021)
Publisher : Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34008/jurhesti.v6i2.242

Abstract

Diabetes mellitus Type 2 (DM Type 2) is the risk factor for the incidence of vascular.  Diabetic neuropathy and/or peripheral arterial disease, are common and represent major causes of morbidity and  mortality in people with diabetes.  Physical  exercises is have been done to prevent from diabetes complication, and one of them is by foot massage and lower extremity joint movement. Measuring the value of ankle brachial index (ABI) is one of non-invasive actions to evaluate the risk for peripheral vascular in primary treatment. The objective of this research was to determine the influence of foot massage and  joint movement exercise on ABI value in DM Type 2 patients. The research used quasi experiment method with pretest-posttest group design and two intervention groups. The samples were 40 DM Type 2 patients, taken by using consecutive sampling technique. Intervention was given by conducting  foot massage and  lower extremity joint movement exercise. Wilcoxon Signed Ranks statistic test showed that there was the difference in pre and post intervention of foot massage and lower extremity joint movement from ABI value, for (p=0.00). The conclusion was that foot massage and lower extremity joint movement exercise could increase ABI value if it was done continuously. It could also increase blood flow to artery. This research could bean input for nursing care to make physical exercises such as foot massage and lower extremity joint movement as prevention from risk of longterm Complications in DM Type 2 patients.
Perlindungan Masyarakat Pidie Dari Covid-19 Melalui Pemakaian Masker Lisa Rahmi; Cut Raihanah; Miniharianti Miniharianti; Tuti Sahara; Isni Hijriana; Yusnita Yusnita
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.3966

Abstract

ABSTRAK Virus corona (COVID-19) dapat menyebar melalui percakapan dan pernapasan normal dengan orang yang terpapar. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 adalah melalui pemakaian masker. Hal ini sejalan dengan imbauan Pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19, salah satunya melalui pemakaian masker kain untuk masyarakat umum. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat Pidie untuk menggunakan masker kain ketika melakukan aktivitas di luar rumah sebagai pencegahan penyebaran COVID-19 serta memberikan penjelasan mengenai cara menggunakan masker kain yang benar di saat melakukan aktivitas di luar rumah selama masa pandemi COVID-19. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 22 April 2020 di Simpang 4 Kota Sigli dengan cara membagikan masker kain kepada masyarakat Pidie yang beraktivitas di luar rumah disertai dengan sosialisasi tentang cara pemakaian masker kain yang benar. Antusias masyarakat Pidie dalam menerima edukasi dan pembagian masker kain terlihat selama kegiatan ini. Diharapkan kesadaran masyarakat Pidie untuk selalu menggunakan masker kain ketika beraktivitas di luar rumah semakin meningkat sehingga dapat menurunnya resiko penyebaran COVID-19 di lingkungan masyarakat Pidie yang harus tetap beraktivitas di luar rumah. Kata Kunci : Pencegahan, COVID-19, Pemakaian Masker, Masyarakat Pidie    ABSTRACT The coronavirus (COVID-19) can be spread through interacting and normal breathing with exposed people. One of the ways to prevent the transmission of COVID-19 is through wearing masks. This is in line with the government's appeal to implement health protocols for the prevention of COVID-19, one of which is through wearing cloth masks for the general public. The aim of this community service is to increase the awareness of the Pidie community to use cloth masks when carrying out activities outside the home as a prevention of the spread of COVID-19 and to provide an explanation of how to use the correct cloth masks when doing activities outside the home during the COVID-19 pandemic. This activity took place on April 22, 2020, at Simpang 4, Sigli City by distributing cloth masks to Pidie people who had activities outside the home accompanied by socialization on how to use cloth masks correctly. The enthusiasm of the Pidie community in receiving education and distributing cloth masks was seen during this activity. It is hoped that the awareness of the Pidie community to always use cloth masks when doing activities outside the home will increase so that it can reduce the risk of spreading COVID-19 in the Pidie community who have to continue their activities outside the home. Keywords: Prevention, COVID-19, Use of Masks, Pidie Society
RELATIONSHIP BETWEEN THE FULFILLMENT OF SPIRITUAL NEEDS WITH THE MOTIVATION OF PATIENTS SCHIZOPHRENIA IN THE HEALTH CENTER AREA, PIDIE DISTRICT Miniharianti Miniharianti; Badrul Zaman; Jihan Rabial
Jurnal Ners Vol. 7 No. 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i1.13526

Abstract

The fulfillment spiritual and motivational needs is very necessary for people with mental health disorders, considering that spiritual needs and motivation play an important role in changing mental status. Motivation recovery is a positive attitude, oriented towards achieving goals, namely healing and the strength that encourages individuals to recover. The purpose of this study was to determine the relationship between spiritual needs and healing motivation in schizophrenic patients. The sample in this study was 63 respondents in the Pidie Health Center area. This research used analytic method with cross sectional design. The research instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using the chi square test. The results of the univariate analysis of the majority of respondents have spiritual in the good category (81.0%). The majority of respondents had a motivation to recover in the good category (90.1%). The results of the bivariate test showed that the p-value = 0.002 indicated that there was a relationship between fulfilling spiritual needs and the motivation to heal patients with mental disorders. This study suggests to nurses and families that it is important to meet the spiritual needs of schizophrenic patients in order to increase patient motivation and accelerate healing.
HUBUNGAN BEBAN DAN STRES KERJA PERAWAT DALAM MENANGANI PASIEN GANGGUAN JIWA DI RUANG UPIP RSUD TGK. CHIK DI TIRO Badrul Zaman; Miniharianti Miniharianti; Jihan Rabial
Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti Vol. 11 No. 01 (2023): Jurnal Kesehatan Hesti Wira Sakti
Publisher : Institut Teknologi, Sains, dan Kesehatan RS.DR. Soepraoen Kesdam V/BRW

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47794/jkhws.v11i01.462

Abstract

Pendahuluan: Beban kerja perawat berdampak kepada munculnya stres kerja tentu perlu ditinjau lebih lanjut oleh pihak manajemen. Munculnya stres kerja dapat diminimalisir dengan upaya seperti menganalisa perbandingan jumlah pasien dan perawat di ruangan, analisa kesesuaian kemampuan perawat dalam bekerja. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara beban kerja dan stres kerja perawat dalam menangani pasien gangguan jiwa di Ruang UPIP RSUD Tgk. Chik Di Tiro. Metode: Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini seluruh perawat di Ruang Jiwa RSUD Tgk. Chik Di Tiro Sigli yang berjumlah 33 orang. Tehnik pengambilan sampel adalah secara total sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 4-14 Juli 2022. Hasil: Hasil uji univariat didapatkan bahwa pendidikan responden mayoritas berpendidikan rendah (90,9%), jenis kelamin mayoritas laki-laki (66,7%), masa  kerja perawat mayoritas lama (51,5%), beban kerja perawat mayoritas sedang (57,6%) dan stress kerja perawat mayoritas sedang (57,6%). Hasil uji bivariat diperoleh ada hubungan antara beban kerja dan stres kerja perawat dalam menangani pasien gangguan jiwa (P=0,001). Kesimpulan: Disarankan kepada pihak RSU Tgk. Chik Di Tiro supaya lebih memperhatikan beban kerja dan stres kerja perawat dengan berkurangnya beban kerja dan stres kerja seorang perawat akan berdampak sangat baik pada kinerja seorang perawat.   Kata kunci: Beban Kerja, Gangguan Jiwa, Stres Kerja.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK BALITA Wahidanur Wahidanur; Miniharianti Miniharianti; Nurlaili Nurlaili
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 2 (2023): JUNI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i2.14558

Abstract

Pola asuh orang tua merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi perkembangan anak balita. Anak balita yang mendapatkan pola asuh positif dari orang tuanya diprediksi dapat terhindar dari penyimpangan perkembangan. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap perkembangan anak balita wilayah kerja puskesmas Pidie. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orang yang memiliki balita di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie sebanyak 368 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 79 orang orang tua dikumpulkan secara purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 s/d 29 Juli 2022 di Wilayah Kerja Puskesmas Pidie. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Sedangkan analisa data dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil uji univariat didapatkan bahwa katagori usia dominan pada katagori dewasa akhir sebanyak (54,4%), pendidikan dominan pada katagori menengah sebanyak (48,1%), pola asuh dominan pada katagori demokratis sebanyak (55,7%), Perkembangan dominan pada katagori sesuai sebanyak (40,5%). Hasil uji bivariat diperoleh semua variabel independen yang signifikan berhubungan dengan Perkembangan anak balita yaitu usia (P= 0,041), pendidikan (P= 0,020), pola asuh (P= 0,016). Penelitian ini diharapkan agar pihak posyandu dapat memberikan pendidikan kesehatan yang lebih terperinci kepada ibu tentang pola asuh yang baik dan bagaimana cara mencapai perkembangan anak yang optimal sesuai dengan usia anak.
Foot Massage dan Joint Mobility Exercises terhadap Nilai Ankle Brachial Index (ABI) pada Pasien DM Tipe 2 Isni Hijriana; Miniharianti Miniharianti
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 5 No 2 (2022): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.14 KB) | DOI: 10.31539/jks.v5i2.3100

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of foot massage and joint mobility exercises on the value of ABI in type 2 DM patients. The quantitative research used a quasi-experimental approach with pre-test and post-test designs with two intervention groups. The results showed that the Wilcoxon signed ranks test statistic on 20 respondents in the two intervention groups showed a difference after being given foot massage and joint mobility exercises intervention on the ABI value, with each p-value (p = 0.00). In conclusion, foot massage and joint mobility exercises effectively improve peripheral circulation and increase ABI values in Type 2 DM patients. Keywords: Ankle Brachial Index (ABI), Type 2 DM, Foot Massage, Joint Mobility Exercises
Gambaran skala nyeri pada anak post operasi mayor usia 3-5 tahun dengan menggunakan skala nyeri FLACC Miniharianti Miniharianti; Badrul Zaman
Jurnal Keperawatan Vol 19 No 2 (2021): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v19i2.916

Abstract

Pembedahan merupakan salah satu tindakan invasif yang sering dilakukan pada anak di rumah sakit. Salah satu keluhan yang sering dirasakan setelah post operasi mayor adalah nyeri. Perawat secara legal dan etik bertanggung jawab dalam menangani nyeri serta mengurangi penderitaan nyeri pada pasien. Pengkajian skala nyeri merupakan langkah dasar dalam menentukan tindakan selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran skala nyeri pada anak post operasi mayor pada anak usia 3-5 tahun dengan menggunakan skala nyeri Face, Legs, Activity, Cry, and Consolability (FLACC). Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif sederhana. Sampel diambil dengan consecutive sampling. Jumlah sampel 30 anak usia prasekolah dengan post operasi mayor. Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden berusia 3 tahun (46,7%). Sebagian besar responden memiliki jenis pembedahan gastrointestinal (67,7%), semua responden mendapatkan jenis analgesik paracetamol (100%), sebagian besar responden memiliki jenis kelamin laki-laki (60%), sebagain besar responden pernah mengalami operasi sebelumnya (80%). Sebagian besar responden memiliki tingkat skala nyeri 5 (40%). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi data dasar bagi tenaga kesehatan khususnya perawat supaya dapat menerapkan skla ukur FLACC scale untuk mengkaji skala nyeri anak.
Peningkatan dukungan sosial dan stigma terhadap kualitas hidup penderita skizofrenia Badrul Zaman; Miniharianti Miniharianti
Jurnal Keperawatan Vol 20 No 1 (2022): Jurnal Keperawatan
Publisher : STIKES Insan Cendekia Medika Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35874/jkp.v20i1.996

Abstract

Skizofrenia merupakan suatu penyakit yang memiliki dampak dalam jangka panjang dan mempengaruhi kualitas hidup bagi penderitanya. Pengalaman diskriminasi dan sering terjadinya penolakan dalam masyarakat pada penderita skizofrenia semakin memperburuk dari kualitas hidup mereka. Tujuan penelitian: ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dan stigma terhadap kualitas hidup klien penderita skizofrenia di wilayah puskesmas Kabupaten Pidie. Metode Penelitian: ini bersifat deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling Sebanyak 65 orang. Dilaksanakan pada tanggal 20 Juli sampai dengan 24 Agustus 2021. Analisis data menggunakan uji statistik Chi Square. Hasil penelitian: mayoritas responden berusia dewasa awal (58,5%) sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (55,4%) mayoritas responden belum menikah (64,6%). Mayoritas pasien memiliki stigma tinggi (60%) dan mayoritas responden memiliki dukungan sosial tinggi (46,2%). Hasil uji kualitas hidup dengan dukungan sosial P-Value (0,030) dan stigma P-Value (0,010). Kesimpulan: semakin baik dukungan sosial yang diberikan maka semakin bagus juga kualitas hidup pasien skizofrenia. Semakin rendah stigma yang didapatkan responden maka semakin tinggi kualitas hidup pasien skizofrenia.
HUBUNGAN DUKUNGAN CAREGIVER DENGAN FREKUENSI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA zaman, badrul; Munawwarah, Khairiyatul; Faizah, Faizah; Nurhidayat, Nurhidayat; Hidayat, Muhammad; Veriana, Cut Maria; Jumiati, Jumiati; Miniharianti, Miniharianti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44661

Abstract

Skizofrenia merupakan gangguan mental kronis yang ditandai oleh episode psikosis berulang, seperti halusinasi, delusi, dan gangguan perilaku. Salah satu tantangan utama dalam penanganan skizofrenia adalah tingginya angka kekambuhan yang dapat memperburuk prognosis dan kualitas hidup pasien. Berbagai faktor berperan dalam mencegah kekambuhan, salah satunya adalah dukungan dari caregiver, yaitu individu yang memberikan perawatan sehari-hari kepada pasien. Dukungan caregiver yang adekuat, baik secara emosional, instrumental, maupun informatif, diketahui dapat meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan dan menurunkan stres pada pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan caregiver dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh keluarga yang mempunyai anggota keluarga pasien skinzofrenia Di Wilayah Kerja Pukesmas Jeunieb berjumlah 101 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini 50 orang menggunakan simple random sampling. Penelitian ini telah dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Jeunib Kabupaten Bireuen tanggal 12 s/d 22 Agustus 2024. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil uji univariat dukungan caregiver mayoritas kategori cukup 30 responden (60%). Kekambuhan pasien skizofrenia mayoritas dalam kategori tidak kambuh 29 responden (58%). Hasil uji bivariat diperoleh nilai ρ value = 0.020(ρ < 0,05), ada hubungan dukungan caregiver dengan frekuensi kekambuhan pasien skizofrenia. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan informasi kepada tenaga kesehatan untuk lebih melibatkan peran serta keluarga dalam perawatan klien skizofrenia sehingga keluarga mampu merawat klien dirumah dan akhirnya dapat membantu untuk mencegah kekambuhan.
EDUKASI KESEHATAN JIWA DAN DETEKSI DINI GEJALA DEPRESI PADA LANSIA Zaman, Badrul; Munawwarah, Khairiyatul; Husna, Nurul; Habibi, Habibi; Faizah, Faizah; Miniharianti, Miniharianti; Bukhari, Bukhari; Nurlaili, Nurlaili
Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): JIPAM : Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : STAI Darul Qalam Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55883/jipam.v4i3.105

Abstract

Elderly individuals are vulnerable to depression due to various psychosocial and biological changes; however, the symptoms are often not recognized early. This community service activity aimed to increase the elderly’s understanding of the importance of maintaining mental health and detecting symptoms of depression. The methods used in this community service included the preparation phase, implementation phase, and evaluation phase, involving 20 participants in Jangka Alue Village, Jangka Subdistrict, Bireuen District, on Wednesday, May 21, 2025, from 09:00 to 10:30 AM. Before the educational session, a pre-test questionnaire was given to participants. Following the educational session, a post-test questionnaire was administered to assess the elderly’s understanding. The results of statistical analysis using the Paired Sample T-test showed a significant difference, with a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (<0.05). These findings indicate that education and assistance can effectively increase awareness about the importance of maintaining mental health and conducting early detection of depression symptoms among the elderly.