Desa Latowu merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana banjir, dan dampak perubahan iklim. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang melimpah, desa ini menghadapi tantangan dalam aspek infrastruktur, kapasitas kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim melalui pendekatan ABCD Asset-Based Community Development. Penelitian partisipatif ini menggunakan pendekatan ABCD dengan tahapan inkulturasi,discovery, design, implementasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, FGD, wawancara mendalam, dan pemetaan partisi[atif. Program prioritas meliputi pembuatan peta evakuasi, modul edukasi, penanaman mangrove, dan pembutan biopori. Program berhasil meningkatkan kapasotas masyarakat dalam mitigasi bencana, memperkuat ketahanan lingkungan melalui penanaman 200 bibit mangrove dan 1 biopori, serta mendorong perubahan perilaku dari pasif menjadi siaga bencana. Kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan ABCD efektif dalam membangun ketangguhan berbasis aset lokal dan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026