Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Sosialisasi Mitigasi Bencana dan Pemetaan Jalur Evakuasi untuk Mendukung Desa Sengkol Sebagai Desa Tanggap Bencana Lalu Zulkifli; Elma Vanani Emilga; Muh. Gibran Abdurrahman; Lingga Daniswara; Asmita; Maratun Basitha; M. Galih Dwi Ariesta
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 5 No 1 (2022): Januari - Maret
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (400.407 KB) | DOI: 10.29303/jpmpi.v5i1.1477

Abstract

Desa Sengkol merupakan salah satu desa di Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat yang mempunyai daerah perbukitan yang cukup luas dan terdapat beberapa dusun yang terletak di pesisir pantai selatan Pulau Lombok. Kondisi dan topografi seperti ini menyebabkan Desa Sengkol rawan terhadap kejadian bencana alam seperti tanah longsor dan tsunami. Oleh karena itu kegiatan pengabdian yang terkait dengan sosialisasi mitigasi bencana, edukasi masyarakat desa terkait pengetahuan dan kepedulian terhadap bahaya bencana sangat penting dilakukan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengedukasi dan meningkatkan kewaspadaan masyarakat Desa Sengkol dalam mengurangi dampak resiko dalam menghadapi bencana yang mungkin terjadi. Metode kegiatan dilakukan berbasis partisipasi kelompok masyarakat. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi kebencanaan dengan target sasaran tiga kelompok masyarakat, yaitu tokoh masyarakat desa, karang taruna, anak-anak sekolah dasar, dan secara khusus masyarakat di Dusun Gerupuk yang berbatasan langsung dengan pantai selatan. Kegiatan sosialisasi mitigasi bencana ini juga melibatkan narasumber dari BPBD Kabupaten Lombok Tengah. Materi sosialisasi berupa pengertian dan konsep bencana, jenis-jenis bencana, dampak yang ditimbulkan oleh bencana, tanda-tanda akan terjadinya bencana, dan bagaimana cara menghadapi bencana dengan kewaspadaan yang tinggi. Kegiatan lain adalah pemetaan dan pembuatan jalur evakuasi bencana tsunami untuk Dusun Gerupuk. Pelaksanaan semua kegiatan berjalan lancar karena didukung oleh semua pihak dan masyarakat sasaran sangat bersemangat dalam mengikuti semua rangkaian kegiatan. Secara keseluruhan semua kegiatan berjalan dengan baik dan diharapkan menjadi tambahan pengetahuan dan kewaspadaan masyarakat Desa Sengkol dalam usaha mitigasi berbagai macam bencana yang mungkin terjadi, sehingga di masa yang akan datang dapat mendukung terbentuk desa yang tangguh bencana (destana).
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS ASET LOKAL: STRATEGI MEMBANGUN DESA TANGGUH BENCANA DAN ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI DESA LATOWU, SULAWESI TENGGARA Nurahayatee Salaeh; Winda Anggraini; Burhan, Muh. Rifais; Suardi, Erni Erawati; Rahmadanti; Ayu Nilam Sari; Ismi Ramadani; Ilman Nafian; Ocha Septiawan; Asmita
Jurnal Gembira: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 01 (2026): FEBRUARI 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Latowu merupakan wilayah pesisir yang rentan terhadap bencana banjir, dan dampak perubahan iklim. Meskipun memiliki potensi sumber daya alam dan sosial yang melimpah, desa ini menghadapi tantangan dalam aspek infrastruktur, kapasitas kelembagaan, dan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana dan dampak perubahan iklim melalui pendekatan ABCD Asset-Based Community Development. Penelitian partisipatif ini menggunakan pendekatan ABCD dengan tahapan inkulturasi,discovery, design, implementasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, FGD, wawancara mendalam, dan pemetaan partisi[atif. Program prioritas meliputi pembuatan peta evakuasi, modul edukasi, penanaman mangrove, dan pembutan biopori. Program berhasil meningkatkan kapasotas masyarakat dalam mitigasi bencana, memperkuat ketahanan lingkungan melalui penanaman 200 bibit mangrove dan 1 biopori, serta mendorong perubahan perilaku dari pasif menjadi siaga bencana. Kolaborasi multipihak menjadi kunci keberhasilan program. Pendekatan ABCD efektif dalam membangun ketangguhan berbasis aset lokal dan dapat direplikasi di desa-desa lain dengan karakteristik serupa.
Telaah Historisitas dan Penulisan Hadis Pada Masa Kenabian Tasmin Tangngareng; Asmita; Rayyn, I Gusti Bagus Agung Perdana
Jurnal Ushuluddin: Media Dialog Pemikiran Islam Vol 28 No 01 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jumdpi.v28i01.58018

Abstract

This article discusses the historicity and writing of hadith during the prophetic period. In this article, several important points will form the core of the discussion, namely the historicity of hadith during the prophetic period and the writing of hadith during the same period. It is therefore necessary to explain these matters to avoid confusion and misunderstanding regarding the historicity of hadith and the writing of hadith during the prophetic period. The study of this issue was conducted by conducting a literature review with a historical approach to the historical development of hadith studies. The conclusion is that during the time of the Prophet, known as 'Ashr al-Wahy wa al-Takwin, traditions were transmitted to the Companions through oral transmission, practice, and direct consent. In Arabian society where there was little tradition of writing, memorisation became the main means of transmission. The Prophet conveyed them in a contextual manner, both in public assemblies and in private. Although the writing of traditions was banned to preserve the purity of the Qur'an, some companions recorded them with the Prophet's permission. This prohibition was preventive in nature and was later replaced by the permission to write when the people were able to distinguish between the Qur'an and the hadith. The difference in the Prophet's attitude towards writing shows his caution in maintaining the authenticity of revelation. Thus, although not yet formally documented, hadith during the time of the Prophet was taught systematically and methodically