Penelitian ini menganalisis strategi kepemimpinan transformasional Ustadzah Tutty Alawiyah AS dalam mendirikan dan mengembangkan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) serta perannya dalam pemberdayaan perempuan Muslimah di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci (termasuk putri almarhumah dan kader BKMT), serta studi pustaka. Temuan menunjukkan bahwa kepemimpinan Ustadzah Tutty secara konsisten menunjukkan ciri transformasional melalui pengaruh ideal, motivasi inspirasional, stimulasi intelektual, dan pertimbangan individual. Model komunikasi Two-Step Flow terbukti efektif dalam menyebarkan visi dakwah beliau, di mana Ustadzah Tutty bertindak sebagai pemimpin opini sentral yang pesannya kemudian disebarluaskan oleh kader BKMT di tingkat lokal. Kolaborasi antara kepemimpinan karismatik Ustadzah Tutty dan strategi komunikasi yang terstruktur ini secara signifikan memberdayakan perempuan Muslimah di berbagai bidang, menjadikan mereka agen perubahan yang aktif dalam masyarakat. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya kepemimpinan visioner dan strategi komunikasi yang adaptif dalam gerakan dakwah kontemporer dan pemberdayaan komunitas.
Copyrights © 2025