Penelitian ini mengkaji pergeseran makna kosakata serapan bahasa Arab non-keagamaan dalam bahasa Jawa melalui pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif. Data dikumpulkan dari kamus bilingual dan literatur linguistik, menghasilkan 85 kosakata Arab yang digunakan dalam bahasa Jawa, di mana 40% mengalami pergeseran makna signifikan. Analisis menunjukkan empat tipe utama perubahan semantik: perluasan, penyempitan, metaforisasi, dan generalisasi. Kata seperti ikhlas dan nikmat menunjukkan peralihan makna dari spiritual ke sosial, sedangkan kabar mengalami penyempitan menjadi makna personal. Faktor sosial-budaya seperti sistem unggah-ungguh basa dan lamanya kontak bahasa menjadi penentu utama pergeseran makna, diikuti penyesuaian fonologis dan morfologis. Hasil penelitian ini memperkuat teori semantik lintas budaya bahwa makna kata merupakan produk adaptasi sosial dan budaya. Studi ini berkontribusi pada pengembangan kajian semantik dan leksikografi Arab–Jawa serta merekomendasikan penelitian lanjutan berbasis korpus atau lapangan untuk mengonfirmasi variasi makna dalam praktik bahasa nyata.
Copyrights © 2025