Berdasarkan laporan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), sekitar 61,7% pasangan usia subur di Indonesia tercatat sebagai pengguna KB. Dari partisipasi tersebut, metode KB MOP (Metode Operasi Pria) atau vasektomi sendiri menjadi opsi terakhir yang dipilih dengan partisipasi sebesar 0,1%. Rendahnya adopsi vasektomi di Indonesia tidak lepas dari keyakinan agama, pengaruh stigma sosial, dan norma gender yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik di X terkait vasektomi sebagai metode Keluarga Berencana (KB) dengan pendekatan komputasional dan kualitatif, sekaligus mengeksplorasi bagaimana narasi kesetaraan gender terbentuk dalam diskursus digital. Sebanyak 1000 data cuitan yang relevan diklasifikasikan dan dianalisis berdasarkan perspektif gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
Copyrights © 2025