Pembelajaran apresiasi sastra di jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI) berperan penting dalam membentuk kepekaan estetika, kemampuan ekspresif, serta pemahaman nilai budaya dan kemanusiaan sejak dini. Namun, kajian mengenai karakteristik penyajian stimulus dan bentuk asesmen apresiasi sastra dalam buku ajar Bahasa Indonesia berbasis Kurikulum Merdeka masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik stimulus dan ragam bentuk asesmen apresiasi sastra dalam dua buku ajar Bahasa Indonesia SD/MI Fase A dan Fase B terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis dokumen dan teknik analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stimulus apresiasi sastra disajikan melalui tiga moda utama, yakni visual, auditori, dan tekstual, yang disesuaikan dengan keterampilan berbahasa serta tahap perkembangan peserta didik. Namun, ditemukan keterbatasan stimulus untuk keterampilan berbicara pada Fase A yang kurang didukung panduan visual dan narasi kontekstual. Bentuk asesmen apresiasi sastra disajikan secara beragam, meliputi penilaian formatif, penilaian kinerja, tes tertulis terbuka, dan tes kinerja kreatif untuk mengukur kemampuan pemahaman, reflektif, ekspresif, serta kepekaan estetik. Secara umum, kedua buku ajar telah mengakomodasi stimulus dan asesmen apresiasi sastra secara cukup komprehensif, meskipun penguatan stimulus berbicara masih perlu ditingkatkan
Copyrights © 2026