Futsal menuntut kondisi fisik yang prima, namun pembinaan fisik terstruktur melalui latihan beban masih terabaikan di kalangan atlet. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan tungkai dan daya tahan kardiorespirasi serta pemahaman atlet futsal di Surakarta terhadap prinsip-prinsip latihan beban. Mitra pengabdian ini adalah 27 atlet futsal dari Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Surakarta dengan rerata usia 19,33±0,78 tahun, berat badan 60,96±6,76 kg, tinggi badan 1,68±0,06 m, dan pengalaman bermain 4,30±1,38 tahun. Metode pengabdian menggunakan pendekatan kolaboratif dan partisipatif melalui program latihan beban terstruktur yang dilaksanakan dalam 24 sesi praktik selama 8 minggu, dengan frekuensi 3 kali seminggu. Pelaksanaan diawali dengan pre-test pengetahuan dan fisik, dilanjutkan dengan sesi edukasi teori, dan 24 sesi praktik latihan beban. Tahap adaptasi dan pengenalan teknik dilakukan pada 6 sesi pertama, dilanjutkan dengan tahap peningkatan kekuatan dan daya tahan melalui pemberian beban progresif pada 18 sesi berikutnya. Evaluasi dilakukan melalui post-test pengetahuan dan fisik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta (10,24%), kekuatan tungkai (2,37%), dan daya tahan kardiorespirasi (2,85%). Kesimpulan dari pengabdian ini adalah program latihan beban terstruktur efektif meningkatkan kekuatan tungkai dan daya tahan kardiorespirasi, serta pengetahuan atlet futsal. Peningkatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan performa di lapangan dan secara tidak langsung meminimalkan risiko cedera dengan meningkatkan stabilitas otot dan sendi.
Copyrights © 2026