Pendahuluan : Pengelolaan rekam medis yang efektif dan efisien merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit. Sarana penyimpanan berkas rekam medis yang tidak memadai dapat menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kerusakan fisik dokumen, kehilangan berkas, keterlambatan pencarian, serta risiko pelanggaran kerahasiaan data pasien. Berdasarkan hasil observasi awal di Rumah Sakit B Lampung, ditemukan keterbatasan sarana penyimpanan berkas rekam medis, khususnya hasil pemeriksaan spirometri dan laboratorium, yang belum seluruhnya disimpan dalam lemari tertutup dan terstandar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permasalahan sarana penyimpanan berkas rekam medis serta merumuskan solusi peningkatan efisiensi pengelolaannya. Metode : Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung dan wawancara terhadap petugas unit rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas masalah, serta pendekatan 5W+1H untuk mengidentifikasi akar penyebab dan alternatif solusi. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan lemari penyimpanan tertutup yang memadai memperoleh skor USG tertinggi sebesar 80. Kondisi ini berdampak pada lambatnya proses pencarian berkas, menurunnya efisiensi kerja petugas, serta meningkatnya potensi pelanggaran kerahasiaan data pasien. Solusi yang diusulkan meliputi pengadaan lemari penyimpanan khusus yang memenuhi standar keamanan, pemisahan lokasi penyimpanan berkas, penerapan sistem penandaan berkas yang jelas, serta pelatihan pengelolaan arsip bagi petugas rekam medis. Simpulannya, peningkatan sarana penyimpanan berkas rekam medis yang memadai dan terstandar merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan rekam medis, menjaga kerahasiaan data pasien, serta mendukung peningkatan mutu pelayanan di Rumah Sakiit B Lampung.
Copyrights © 2026