Konflik peran ganda merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi perempuan yang bekerja, terutama mereka yang memiliki tanggung jawab profesional dan domestik secara bersamaan. Polisi Wanita (Polwan) menjadi kelompok yang rentan mengalami konflik peran mengingat tuntutan kerja yang tinggi, jam dinas tidak menentu, serta struktur organisasi yang ketat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konflik peran ganda dan stres kerja pada Polwan melalui metode literature review dengan mengintegrasikan berbagai temuan empiris dan teori dari penelitian terdahulu. Literatur dikumpulkan melalui database Google Scholar, SINTA, DOAJ, Scopus, dan repositori universitas dengan kriteria publikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa konflik peran ganda yang meliputi time-based conflict, strain-based conflict, dan behavior-based conflict berdampak signifikan terhadap peningkatan stres kerja pada Polwan. Stres tersebut muncul dalam bentuk gejala psikologis, fisik, dan perilaku yang berpengaruh terhadap motivasi dan kinerja. Faktor pemicu utama meliputi beban kerja berat, norma gender, kurangnya dukungan keluarga, serta tuntutan organisasi. Kajian ini menegaskan bahwa manajemen stres pada Polwan membutuhkan kombinasi strategi personal dan dukungan institusional untuk menjaga kesejahteraan psikologis dan performa kerja. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dalam memahami relasi konflik peran dan stres kerja pada Polwan serta menjadi dasar bagi pengembangan kebijakan kerja yang lebih responsif gender.
Copyrights © 2026