Permasalahan utama yang dihadapi mitra, Al Ashriyyah Nurul Iman Islamic Boarding School di Parung, Kabupaten Bogor, adalah rendahnya tingkat literasi keuangan siswa, sebuah kondisi yang juga mencerminkan situasi nasional di mana generasi muda masih rentan terhadap praktik investasi ilegal. Untuk menjawab tantangan tersebut, program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi keuangan dan pemahaman investasi sejak dini agar siswa mampu mengelola keuangan pribadi secara bijak serta mengenali risiko investasi bodong. Kegiatan diikuti oleh 30 siswa SMA melalui lima tahapan, yaitu sosialisasi literasi keuangan dasar, pelatihan interaktif manajemen keuangan dan investasi, simulasi stock game, investigasi sederhana terhadap investasi ilegal, serta pengenalan investasi berbasis syariah. Metode pelaksanaan dilakukan secara partisipatif dengan pemanfaatan teknologi digital dan pendampingan berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pemahaman siswa, di mana rata-rata nilai pre-test 83 meningkat menjadi 92 pada post-test, atau naik 9 poin (+10,84%). Proporsi peserta dengan skor ≥90 juga naik dari 46,7% menjadi 76,7%. Selain peningkatan kognitif, kegiatan ini mendorong sikap lebih kritis terhadap tawaran investasi dan lahirnya inisiatif membentuk komunitas belajar investasi di sekolah. Dengan demikian, program ini berkontribusi pada pencapaian SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas serta membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan sesuai dengan prinsip keuangan Islam.Kata kunci: Investasi, Keuangan Digital, Manajemen Keuangan, Perencanaan Keuangan
Copyrights © 2025