Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Artikel Review : Potensi Ashitaba (Angelica keiskei) sebagai Alternatif Terapi di Bidang Dermatologi Anindiya, Naya Wahyu; Hidajat, Dedianto; Hidayati, Agriana Rosmalina
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian Vol 6, No 2 (2025): Juli
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/lf.v6i2.30595

Abstract

Ashitaba ( Angelica keiskei ) merupakan tanaman asal Jepang yang telah banyak dibudidayakan di Indonesia. Penelitian tentang ashitaba sudah banyak berkembang dalam bidang dermatologi sehingga tinjauan pustaka ini bertujuan untuk melihat perkembangan potensi ashitaba sebagai terapi alternatif di bidang dermatologi. Metode penelusuran artikel yang digunakan yaitu penelusuran artikel ilmiah melalui database seperti Google Scholar, ResearchGate dan Proquest dalam rentang waktu 2014-2024. Hasil tinjauan pustaka menunjukkan ashitaba berpotensi menjadi pengobatan alternatif dalam bidang dermatologi karena mengandung bioaktif yang memiliki aktivitas antibakteri, antiinflamasi, antioksidan, menghambat enzim tirosinase dan mengurangi ukuran tumor melanoma. Namun, penelitian lebih lanjut secara in vivo diperlukan untuk terapi jerawat vulgaris, serta uji klinis pada manusia untuk terapi penyembuhan luka, penuaan dini, hiperpigmentasi, dan melanoma.
Review artikel: validasi metode analisis kadar parasetamol dalam sediaan obat menggunakan berbagai instrumen Zanuba, Anisa; Permatasari, Lina; Febrianingsih, Karlina Dwi; Anindiya, Naya Wahyu; Razkianita, Haulya; Mustika, Mitha Juliana
Sasambo Journal of Pharmacy Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sjp.v6i1.502

Abstract

Paracetamol is one of the analgesic-antipyretic drugs that has been widely used by the public as a first-line treatment. The level of paracetamol in each preparation must comply with the standards set in the Indonesian Pharmacopoeia so that it is necessary to determine the level. This study aims to evaluate the validation of the analysis method for paracetamol levels in various drug preparations using three main instruments: infrared spectrophotometry (FTIR), ultraviolet spectrophotometry (UV-Vis), and high-performance liquid chromatography (HPLC). Validation was carried out based on the parameters of accuracy, precision, limit of detection (LOD), and limit of quantification (LOQ). The results showed that the three instruments met the validation requirements set by the Indonesian Pharmacopoeia, with FTIR showing the best precision (RSD 0.03%), UV-Vis having the highest accuracy (% recovery 106.95%), and HPLC having the highest sensitivity with a LOD value of 0.76 µg/mL. For the levels of paracetamol with various dosage forms and instruments, the average results obtained meet the requirements, namely between 90%-110%. Overall, these methods are effective for the analysis of paracetamol levels, providing accurate and consistent results according to pharmacopoeial standards. Based on the review results, the instrument that mostly meets all the requirements for validation of the analysis method is HPLC.
Edukasi Literasi Dini Obat Herbal bagi Siswa Sekolah Dasar dalam Rangka Optimalisasi Pemanfaatan Tanaman Keluarga (Toga) Hamdin, Candra Dwipayana; Rohmayani, Febriana Putri; Anindiya, Naya Wahyu; Tarinda, Sabita
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2026): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v9i1.10657

Abstract

Indonesia memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA), namun literasi masyarakat, khususnya anak-anak, masih rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dini siswa sekolah dasar terhadap obat herbal melalui edukasi interaktif dan praktik langsung. Program dilaksanakan di SDN 2 Bentek, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 30 siswa kelas VI. Metode yang digunakan adalah quasi-experimental one group pretest-posttest design untuk menilai efektivitas edukasi terhadap peningkatan pengetahuan. Kegiatan terdiri atas penyuluhan mengenai jenis dan manfaat tanaman obat, demonstrasi pembuatan jamu tradisional, serta praktik penanaman TOGA di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan skor pengetahuan siswa dari hasil pretest ke posttest, dengan sebagian besar siswa mampu menjawab benar ≥80% soal setelah intervensi. Selain itu, observasi partisipatif menunjukkan peningkatan antusiasme dan kemampuan siswa dalam mengenal serta menjelaskan manfaat tanaman obat. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif dalam menanamkan kebiasaan memanfaatkan tanaman obat secara bijak sejak usia dini. Program DOCIL (Duta Obat Cilik Lombok) diharapkan menjadi model edukasi berkelanjutan dalam memperkuat literasi kesehatan dan pelestarian kearifan lokal berbasis TOGA.
Edukasi pemilihan produk perawatan kulit yang aman sebagai upaya pencegahan penggunaan kosmetik berbahaya pada ibu PKK Desa Bengkaung Sasvania, Anisa; Anindiya, Naya Wahyu; Aryana, Baiq Putri; Hidayaturrohman, Achmad; Pramudya, Muhammad Zaidan; Rizkika, Adila; Hidayati, Agriana Rosmalina; Hanifa, Nisa Isneni; Hidajat, Dedianto; Hajrin, Wahida; Andanalusia, Mahacita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37547

Abstract

Abstrak Maraknya peredaran produk perawatan kulit tanpa izin edar serta rendahnya literasi masyarakat dalam memilih skincare yang aman masih menjadi permasalahan kesehatan kulit yang perlu mendapat perhatian. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Bengkaung, Kecamatan Batulayar, Kabupaten Lombok Barat mengenai pemilihan produk perawatan kulit yang tepat dan aman serta meningkatkan kewaspadaan terhadap produk kosmetik berbahaya. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 26 orang ibu PKK sebagai mitra sasaran melalui metode penyuluhan berupa ceramah, diskusi tanya jawab, dan pembagian pamflet edukatif. Evaluasi efektivitas kegiatan dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk melihat perubahan tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara deskriptif, ditandai dengan meningkatnya jumlah peserta yang memperoleh nilai ≥80 serta tidak ditemukannya peserta dengan nilai di bawah 40 pada posttest. Meskipun demikian, hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa peningkatan tersebut belum signifikan secara statistik (p=0,591). Secara kualitatif, kegiatan ini menghasilkan luaran nyata berupa meningkatnya kesadaran, antusiasme, dan partisipasi aktif ibu-ibu PKK dalam memahami pentingnya pemilihan produk perawatan kulit yang aman. Kegiatan ini tidak hanya berkontribusi pada peningkatan pengetahuan individu, tetapi juga memperkuat peran ibu-ibu PKK sebagai agen edukasi di lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga menjadi langkah reflektif awal dalam membangun budaya sadar kosmetik aman secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi kesehatan; ibu pkk; perawatan kulit. AbstractThe widespread circulation of skincare products without marketing authorization and low public literacy in choosing safe skincare products remain skin health issues that require attention. This community service activity aims to increase the knowledge of the Family Welfare Empowerment (PKK) mothers in Bengkaung Village, Batulayar District, West Lombok Regency regarding the selection of appropriate and safe skincare products and to raise awareness of dangerous cosmetic products. The activity was carried out by involving 26 PKK mothers as target partners through counseling methods in the form of lectures, question and answer discussions, and distribution of educational pamphlets. Evaluation of the effectiveness of the activity was carried out using a pretest–posttest design to observe changes in the level of knowledge of participants before and after the educational intervention. The evaluation results showed an increase in participant knowledge descriptively, marked by an increase in the number of participants who obtained a score of ≥80 and no participants were found with a score below 40 in the posttest. However, the results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed that the increase was not statistically significant (p=0.591). Qualitatively, this activity resulted in tangible outcomes in the form of increased awareness, enthusiasm, and active participation of PKK mothers in understanding the importance of choosing safe skincare products. This activity not only contributed to increased individual knowledge but also strengthened the role of PKK mothers as educational agents within the family and community, thus becoming a reflective first step in building a sustainable culture of awareness of safe cosmetics. Keywords: health education; skincare; women members of the family welfare movement.