Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta dan fenomena pengamatan peneliti bahwa, liputan media massa akhir-akhir ini sering memberitakan seputar anak di televisi, surat kabar, radio, dan alat komunikasi lainnya, bahwa banyak anak yang terjerumus pada kenakalan. Masalah kenakalan anak ini semakin dirasakan meresahkan oleh masyarakat, baik anak sebagai korban maupun sebagai pelaku kenakalan itu sendiri, maka peran orang tua dalam membimbing anak sangat besar sebab pendidikan dan pengajaran serta pembinaan yang diajarkan orang tua kepada anaknya akan menentukan juga masa anak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif análisis. Menurut pendekatannya penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan pendekatan Fenomenologis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; pertama Proses implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak lebih menerapkan Metode kebiasaan diterapkan karena dianggap metode yang tepat oleh para orang tua dalam memberikan kebiasaan-kebiasaan yang baik dalam membentuk perilaku anak yang sudah dilakukan secara turun temurun. Metode nasehat diterapkan karena dianggap sangat penting dalam mendidik anak terutama ketika anak melakukan kesalahan. Sedangkan metode keteladanan orang tua percaya dengan mendorong keteladanan, berharap anak akan tumbuh menjadi individu yang baik. Kedua, Faktor penghambat implemantasi pola pengasuhan Islami orang tua terhadap anak pada keluarga di Desa Srigunung Sungai Lilin yaitu: (1) Teknologi yang semakin canggih, (2) Keterbatasan waktu yang dimiliki orang tua, (3) Lingkungan.
Copyrights © 2026