Literasi merupakan kemampuan fundamental dalam membentuk kecerdasan siswa di era informasi. Namun, rendahnya minat baca dan keterbatasan akses terhadap bahan bacaan masih menjadi persoalan di berbagai satuan pendidikan. Berdasarkan keterangan guru, siswa cenderung jarang membaca kecuali jika terdapat instruksi langsung dari guru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat budaya literasi siswa melalui model pengabdian masyarakat berbasis aksi dengan pengembangan taman baca dan seminar literasi. Kegiatan dilaksanakan di SMPS Arriyadul Huda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Program taman baca dilaksanakan dua kali dalam seminggu dengan koleksi lebih dari 70 buku hasil swadaya mahasiswa, sedangkan seminar literasi diikuti oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri atas siswa dan guru. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya partisipasi siswa, munculnya kebiasaan meminjam buku secara berulang, serta respons positif dari pihak sekolah, meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas dan koleksi bacaan. Model pengabdian berbasis aksi ini berpotensi menjadi alternatif penguatan literasi di lingkungan sekolah menengah pertama.
Copyrights © 2026