Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan 34 siswa kelas X di salah satu sekolah di Kabupaten Cirebon. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan siswa berada pada kategori sedang yang memenuhi indikator kelancaran, orisinalitas, dan elaborasi. Hanya 1 siswa dengan kategori tinggi, 30 siswa kategori sedang, dan 3 siswa kategori rendah. Dominannya kategori sedang disebabkan oleh keterbatasan siswa dalam mengembangkan strategi penyelesaian alternatif. Indikator dengan rata rata tertinggi adalah kelancaran, sedangkan indikator terendah adalah fleksibilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa cukup mampu menghasilkan ide, tetapi masih kurang fleksibel dalam menggunakan strategi pemecahan masalah. Sehingga, Kemampuan ini perlu ditingkatkan agar siswa dapat memecahkan masalah dengan berbagai solusi dan memenuhi tuntutan pembelajaran abad ke 21. This study focused on analyzing the¬ mathematical creative thinking abilities of high school students in solving mathematical problems. The method used was a descriptive qualitative approach involving 34 grade 10 students in one of the schools in Cirebon Regency. Data collection techniques were carried out through tests, observations, and interviews. The data obtained were analyzed using data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings showed that overall students were in the medium category that met the indicators of fluency, originality, and elaboration. Only 1 student was in the high category, 30 students were in the medium category, and 3 students were in the low category. The dominance of the medium category was caused by students' limitations in developing alternative solution strategies. The indicator with the highest average was fluency, while the lowest indicator was flexibility. These findings indicate that students are quite capable of generating ideas, but still lack flexibility in using problem solving strategies. Therefore, this ability needs to be improved so that students can solve problems with various solutions and meet the demands of 21st century learning.
Copyrights © 2025