Apotek berperan penting dalam pelayanan kesehatan dengan menyediakan obat yang berkualitas dan aman, namun ketersediaan stok obat yang tidak merata masih menjadi tantangan utama. Ketersediaan stok obat yang tidak merata masih menjadi permasalahan dalam memenuhi kebutuhan melaksanakan upaya pelayanan kesehatan, dimana masih banyak keluhan tentang kekosongan dan kelebihan stok obat. Upaya untuk menjamin kelengkapan obat dan efisiensi anggaran perlu dilakukan analisa saat perencanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan dan pengadaan obat di Apotek Berkah Dalem 2 menggunakan metode analisis Always Better Control (ABC), Hasil analisis menunjukkan bahwa Apotek Berkah Dalem 2 memiliki 1168 item obat dengan total nilai investasi Rp 300.191.907,50. Pengelompokan obat berdasarkan metode ABC kelompok A adalah sebanyak 265 item obat dengan nilai investasi sebesar Rp. 212.829.375,00 atau 70,90% dari total keseluruhan investasi,dengan jumlah penjualan 256 item obat atau 22.69% dari 1168 item dari total investasi obat. Kelompok B adalah sebanyak 315 item obat dengan nilai Rp. 60.254.800,00 00 atau 20,07% dari total keseluruhan investasi, dengan jumlah penjualan 315 item obat atau 26.97% dari 1168 item obat. Kelompok C adalah sebanyak 588 item obat dengan nilai Rp. 27.107.733 ,00 atau 9,03 % dari total keseluruhan investasi ,dengan jumlah penjualan 588 item obat atau 50.34 % dari 1168 item obat. Metode ABC terbukti efektif dalam mengelompokkan obat berdasarkan nilai investasinya dan membantu apotek menetapkan prioritas pengadaan, pengendalian, serta alokasi anggaran yang lebih efisien. Penelitian ini berkontribusi dalam menajemen farmasi terkait efisiensi anggaran dan perencanaan stokĀ obat.
Copyrights © 2026