Permainan tradisional merupakan warisan budaya yang kaya akan nilai edukatif dan sosial, salah satunya adalah egrang, permainan berbahan bambu yang menuntut kekuatan otot, keseimbangan, dan koordinasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permainan egrang sebagai media pembelajaran berbasis kearifan lokal serta mengkaji relevansinya sebagai inovasi media pembelajaran dalam mata pelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif (mixed-method), melibatkan eksperimen praktikum pada mahasiswa PGSD Kampus PSDKU UNS Kebumen. Hasil menunjukkan bahwa variasi tinggi pijakan dan massa tubuh praktikan memengaruhi waktu tempuh secara kompleks, di mana pijakan lebih rendah cenderung menghasilkan waktu tempuh lebih cepat karena kestabilan lebih baik. Secara konsep, permainan egrang memanifestasikan gaya otot, gaya gesek, gaya gravitasi, serta perubahan energi potensial menjadi energi kinetik sebagai bagian dari energi mekanik. Permainan ini dinilai efektif dalam memperkuat pemahaman konsep gaya dan gerak secara kontekstual, sekaligus menumbuhkan keterampilan proses sains dan nilai karakter sesuai Profil Pelajar Pancasila. Dengan demikian, permainan egrang tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran yang menyenangkan dan berbasis budaya lokal, tetapi juga sebagai media transdisipliner yang mendukung implementasi Kurikulum Merdeka secara holistik.
Copyrights © 2026