Kemampuan abad ke-21 sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam dunia pendidikan, kemampuan utama abad ke-21 adalah berpikir kritis, berpikir kreatif, komunikasi, dan kolaborasi yang dikenal sebagai kemampuan 4C. Berdasarkan observasi awal, kemampuan berpikir kritis siswa masih rendah. Oleh karena itu, perlu untuk meminimalkan permasalahan yang terjadi. Bahan ajar digital yang terintegrasi dengan etnosains dan meaningful learning dapat menjadi solusi untuk meminimalkan permasalahan tersebut. Tujuan dari penelitian untuk menentukan hasil analisis kebutuhan, uji validitas dan uji praktikalitas. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan. Penelitian menggunakan model Hannafin dan Peck. Terdapat 3 hasil yang dicapai dalam penelitian. Pertama, analisis kebutuhan berpikir kritis dalam kategori rendah dengan skor 47. Kedua, uji validitas dengan skor 0,89 kategori sangat valid. Ketiga, uji kepraktisan dengan skor 87,65 kategori sangat praktis. Bahan ajar digital materi fluida statis terintegrasi etnosains dan meaningful learning sudah valid dan praktis serta memfasilitasi kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026