Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kritik sanad hadis dengan menelaah penilaian dan kesinambungan para perawi, serta penerapan kaidah al-Jarḥ wa al-Ta'dīl dalam menilai kualitas periwayatan hadis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka (library study), mengkaji literatur primer berupa kitab-kitab hadis dan literatur sekunder dari buku, jurnal, serta sumber berani yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Jarḥ berfungsi menilai kelemahan perawi yang dapat merusak keadilan dan ketelitian hafalannya, sedangkan al-Ta'dīl menegaskan sifat-sifat positif yang memungkinkan periwayatan dapat diterima dan dijadikan hujjah. Penelitian ini juga menemukan adanya syarat dan etika yang harus dipenuhi dalam praktik jarh wa ta'dīl, termasuk kejujuran, pengetahuan mendalam tentang ilmu hadis, dan sikap proporsional dalam menilai perawi. Selain itu, ulama hadis menetapkan tingkatan jarh dan ta'dīl yang mencerminkan variasi kualitas periwayatan, serta prinsip prioritas jarh atas ta'dīl dalam kondisi tertentu untuk memastikan keakuratan riwayat Penelitian ini menegaskan bahwa ilmu jarh wa ta'dīl merupakan instrumen penting dalam menjaga otentisitas teks hadis dan spekulatif para perawi.
Copyrights © 2025