Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan alat tangkap jaring insang dasar (bottom gillnet) di perairan Desa Lambur Luar, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dengan produksi perikanan laut mencapai 23.491, 54 ton pada tahun 2020. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus–06 September 2025 menggunakan metode survei dengan teknik observasi langsung terhadap hasil tangkapan nelayan. Data yang dikumpulkan meliputi jenis ikan, jumlah individu (ekor), dan berat total (kg) dari setiap spesies hasil tangkapan. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui perhitungan komposisi jenis dan proporsi hasil tangkapan utama (main catch) serta hasil tangkapan sampingan (bycatch). Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang dasar di perairan Lambur Luar menangkap 12 jenis spesies dengan total tangkapan sebanyak 1.877 ekor dan berat 24.737 kg. Hasil tangkapan utama (HTU) didominasi oleh ikan senangin (Eleutheronema tetradactylum) sebanyak 1.175 ekor (62,60%) dengan bobot 5.613 kg (22,69%) dan ikan kembung (Rastrelliger sp.) sebanyak 506 ekor (26,96%) dengan bobot 5.686 kg (22,99%). Proporsi hasil tangkapan berdasarkan jumlah menunjukkan bahwa hasil tangkapan utama mencapai 94,14%, sedangkan hasil tangkapan sampingan sebesar 5,86% tanpa adanya hasil tangkapan buangan (discard). Berdasarkan berat, hasil tangkapan utama mencapai 67,14% dan hasil tangkapan sampingan 32,86%. Secara umum, alat tangkap jaring insang dasar di perairan Lambur Luar bersifat selektif dan efisien dalam menangkap spesies target dengan nilai ekonomis tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan jaring insang dasar mendukung kegiatan penangkapan yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Kata Kunci: Jaring insang, komposisi, Eleutheronema tetradactylum, Lambur Luar, perikanan tangkap.
Copyrights © 2026