Transformasi digital dalam pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menuntut pendekatan manajemen perubahan yang adaptif dan kontekstual, khususnya pada bidang tata busana yang menekankan keseimbangan antara keterampilan praktik dan pemanfaatan teknologi. Berbagai inisiatif digital di SMK masih cenderung bersifat top-down dan kurang responsif terhadap permasalahan nyata di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pendekatan Problem-Driven Iterative Adaptation (PDIA) dalam manajemen perubahan pembelajaran tata busana berbasis digital di SMK. Penelitian ini menggunakan metode campuran dengan desain Embedded Mixed-Methods Case Study, dengan pendekatan kualitatif sebagai komponen utama dan data kuantitatif sebagai penguat. Data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan observasi pembelajaran, sedangkan data kuantitatif diperoleh melalui lembar observasi skala Likert berbasis indikator operasional PDIA. Subjek penelitian melibatkan tujuh guru tata busana yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan PDIA diimplementasikan secara kontekstual dan adaptif, ditandai dengan kemampuan guru dalam mengidentifikasi masalah pembelajaran secara spesifik, melakukan adaptasi instruksional secara iteratif, serta mengembangkan solusi lokal sesuai keterbatasan fasilitas. Indikator tindakan digital berbasis masalah dan kualitas produk digital siswa menunjukkan capaian paling kuat, sementara keterlibatan aktor eksternal masih relatif terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PDIA memperkuat manajemen perubahan pembelajaran digital di SMK melalui adaptasi berkelanjutan, inovasi kontekstual, dan penguatan kompetensi digital siswa.
Copyrights © 2026