Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM berbantuan Articulate Storyline materi Hukum Archimedes di SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan pengisian kuesioner melalui Google Forms yang melibatkan 105 peserta didik kelas XI SMA Negeri 21 Palembang serta seorang guru fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 58,1% siswa mengalami kesulitan memahami fisika dengan metode konvensional, sedangkan 95,2% siswa sudah memiliki perangkat TIK dengan akses internet memadai yang mendukung pembelajaran digital. Sebanyak 65,7% siswa merasa kesulitan memahami materi Hukum Archimedes karena sifatnya yang abstrak, dan 43,8% menyatakan kurangnya visualisasi. Sebanyak 90,5% siswa menyatakan media interaktif membantu memahami Hukum Archimedes, dan 88,6% menilai simulasi atau game mempermudah pembelajaran, dan sebanyak 87,6% menilai pendekatan STEM penting. Bahkan 95,2% menyatakan setuju terhadap pengembangan media pembelajaran interaktif berbasis STEM. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk menghadirkan media pembelajaran interaktif berbasis STEM berbantuan articulate storyline yang relevan dengan karakteristik siswa, serta berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan pemahaman konsep fisika, khususnya pada materi HukumArchimedes. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya pengembangan serta pengujian efektivitas media pembelajaran interaktif berbasis STEM dengan cakupan materi dan responden yang lebih luas.
Copyrights © 2025